Rabu 12 May 2021 15:14 WIB

MUI Kecam Terorisme MIT di Poso

Terorisme MIT di Poso

Sejumlah pengendara mobil melintas di depan baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020). Polri dan TNI melanjutkan operasi keamanan bersandi Tinombala untuk memburu Daftar Pencarian Orang (DPO) anggota Mujaihidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Kabupaten Poso.
Foto: BASRI MARZUKI/ANTARAFOTO
Sejumlah pengendara mobil melintas di depan baliho yang menampilkan Daftar Pencarian orang (DPO) anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Poso di Desa Tambarana, Poso Pesisir Utara, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah, Rabu (23/12/2020). Polri dan TNI melanjutkan operasi keamanan bersandi Tinombala untuk memburu Daftar Pencarian Orang (DPO) anggota Mujaihidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Ali Kalora di Kabupaten Poso.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Peristiwa teror kembali terjadi di Poso Sulawesi Tengah pada Selasa (11/5/2021), tepatnya di Desa Kalemago, Kecamatan Lore Timur. Korbannya adalah empat orang petani kebun. Empat orang tersebut tewas dibunuh oleh sekelompok anggota teroris Mujahidin Indonesia Timur (MIT).

Terkait peristiwa tersebut Majelis Ulama Indonesia menyampaikan kecaman keras. Hal tersebut disampaikan oleh Ketua Badan Penanggulangan Ekstremisme dan Terorisme MUI, Muhammad Syauqillah.

Syauqi menegaskan bahwa perilaku tersebut sangat jauh dari norma agama apa pun, termasuk Islam. Apalagi peristiwa tersebut dilakukan di bulan Ramadhan. Menurutnya perilaku mereka selain keji juga menodai kesucian Ramadhan, tak ubahnya seperti tindakan teror kelompok Zionis Israel di Palestina.

Ia juga menyampaikan bela sungkawa terhadap para keluarga korban dan menghimbau agar mereka khususnya, dan warga Poso secara umum untuk tidak terprovokasi maupun reaktif menyikapi hal tersebut, serta menyerahkan penanganan sepenuhnya kepada aparat keamanan.

Dalam rilisnya, Syauqi menyampaikan bahwa seharusnya pemerintah melakukan langkah-langkah antisipasi agar kejadian serupa tidak terulang lagi. Pemerintah menurutnya harus melakukan penegakan hukum yang tegas dan serius agar persoalan terorisme di Poso ini tidak berlarut-larut, sekaligus memperkuat deteksi dini dan mitigasi aksi terorisme dimana aksi terorisme seringkali terjadi di bulan Ramadhan, jelang Idul Fitri dan menyasar kelompok agama tertentu. 

Ia juga menghimbau masyarakat untuk senantiasa waspada dan melaporkan setiap kejadian yang mencurigakan kepada aparat keamanan.

Syauqi juga mengajak seluruh elemen masyarakat agama, adat, dan komunitas etnis di Poso bersatu padu melawan ekstrimisme, terorisme yang sangat mengganggu sendi-sendi keharmonisan sosial.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement