Selasa 30 Jun 2020 12:39 WIB

PBNU Tegas Bela Palestina di Konferensi Ulama Internasional

PBNU menentang kependudukan zionis di Palestina.

Rep: Muhyiddin/ Red: Muhammad Hafil
PBNU Tegas Bela Palestina di Konferensi Ulama Internasional. Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siroj saat menjadi pembicara dalam acara
Foto: tangkapan layar
PBNU Tegas Bela Palestina di Konferensi Ulama Internasional. Foto: Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siroj saat menjadi pembicara dalam acara

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (Ketum PBNU), KH Said Aqil Siroj menegaskan bahwa Nahdlatul Ulama di Indonesia mendukung penegakkan Palestina di Ghaza. Hal ini disampaikan Kiai Said saat menjadi pembicara dalam acara "Konferensi Ulama Internasional untuk Palestina" pada Senin (29/6) malam.

"Jam’iyyah Nahdliyah di Indonesia ikut serta menegaskan atas penegakan Palestina di Ghaza, sekaligus menyangkal kependudukan Zionis di atas bumi Palestina dan Quds yang mulia," ujar Kiai Said dalam keterangan tertulis yang diterima Republika.co.id, Selasa (30/6).

Baca Juga

Kiai Said mengatakan, NU juga turut mengundang kepada umat Islam di seluruh dunia dalam pembebasan saudara Muslim di Ghaza. Pada intinya, Kiai Said mengajak kepada seluruh pemerintah Arab serta dunia untuk ikut menekan Zionis atas penjajahan yang dilakukannya.

"Sungguh boikot mereka atas saudara kita di bumi Palestina telah berlangsung bertahun- tahun tanpa henti. Telah terenggut nyawanya, telah hancur rumah- rumah mereka, terbunuh ribuan anak- anak, wanita, dan korban-korban lainnya," ucapnya.

"Penguasaan penjajah benar-benar telah merontokkan aturan-aturan kemaslahatan Palestina dan menundukkannya untuk patuh dibawahnya," imbuhnya.

Karena itu, Kiai Said menegaskan bahwa NU dan segenap umat Islam di Indonesia akan ikut melindungi dan menegakkan kemerdekaan Palestina. "Jam’iyyah Nahdlatu Ulama akan mengayomi Palestina untuk mendapatkan secara utuh hak- hak mereka sebagai Quds Ibukota abadi dari Palestina," kata Kiai Said.

Kiai Said menjelaskan, konflik yang terjadi di Palestina bukanlah hanya tentang konflik politik, tanah, dan kekuasaan, melainkan itu adalah konflik agama atau akidah, yang mana dihadapkan antara dua kelompok, yaitu kelompok Zionis dan kelompok Muslim Arab.

Menurut Kiai Said, kelompok Zionis telah saling bekerja sama dengan menyumbang dana, senjata, dan kekuasaannya kepada Israel. Setelah bersatunya kelompok Zionis di bumi Palestina, kemudian kelompok Muslim Arab datang untuk menyingkirkan mereka dari wilayah Islam yang suci.

Namun, Kiai Said menyebut bahwa kelompok Muslim Arab yang datang ke Palestina tersebut sebagai duri bagi umat Islam secara umum. "Mereka adalah duri di punggung umat Muslim secara umum dan warga Arab khususnya. Mereka datang untuk mengacaukan umat Islam," jelas Kiai Said.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement