REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Perhimpunan kemanusiaan Bulan Sabit Merah Indonesia (BSMI) menggelar rapat koordinasi nasional di Jakarta pada Sabtu (29/11/2025) malam untuk merespons kondisi darurat akibat bencana banjir dan longsor yang melanda Provinsi Sumatera Barat, Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Provinsi Sumatera Utara.
Rapat yang dipimpin oleh Ketua DPN BSMI Muhammad Djazuli Ambari, dan dihadiri oleh Sekretaris Jenderal BSMI, Muhammad Rudi, Bendahara Nasional BSMI, dr. Prita Kusumaningsih, Pembina BSMI, Prof. Basuki Supartono, Pengurus BSMI Provinsi Sumatera Barat, Pengurus BSMI Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Pengurus BSMI Provinsi Sumatera Utara, serta para anggota EMT Nasional BSMI.
Dalam rapat tersebut diputuskan, BSMI akan memberangkatkan tiga tim EMT secara bersamaan pada Ahad pagi, masing-masing menuju Sumatera Barat, Nanggroe Aceh Darussalam, dan Sumatera Utara. Ketiga tim ini terdiri dari tenaga medis, perawat, logistik, serta relawan terlatih yang siap memberikan pelayanan kesehatan darurat dan dukungan kemanusiaan di lokasi bencana.
Lewat keterangan tertulis, BSMI menyatakan, seluruh persiapan lapangan telah dikoordinasikan oleh BSMI di tingkat provinsi, termasuk penyiapan posko, relawan lokal, akses distribusi bantuan, dan dukungan transportasi. Tim EMT membawa peralatan medis darurat, obat-obatan esensial, serta bantuan kebutuhan dasar bagi masyarakat, khususnya bayi, balita, lansia, ibu hamil, penyandang disabilitas, dan pasien penyakit kronis.




