Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

Tuesday, 14 Sya'ban 1441 / 07 April 2020

MUI Kutuk Tindakan Brutal Pendukung PM India

Jumat 28 Feb 2020 16:08 WIB

Rep: Fuji E Permana/ Red: Muhammad Fakhruddin

Warga muslim meninggalkan lingkungan rumahnya yang mayoritas warga Hindu pascabentrok massa pendukung dan penentang UU Kewarganegaraan India berujung rusuh di New Delhi, India.

Warga muslim meninggalkan lingkungan rumahnya yang mayoritas warga Hindu pascabentrok massa pendukung dan penentang UU Kewarganegaraan India berujung rusuh di New Delhi, India.

Foto: Adnan Abidi/Reuters
UU Kewarganegaraan yang dikeluarkan PM India sangat diskriminatif terhadap umat Islam

REPUBLIKA.CO.ID,PANGKAL PINANG -- Undang-undang (UU) Kewarganegaraan (CAA) yang dikeluarkan Perdana Menteri (PM) India, Narendra Modi menyebabkan umat Islam di India jadi sasaran kekerasan. Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengutuk keras tindakan brutal pendukung PM India terhadap Muslim.

"MUI mengutuk keras tindak kekerasan terhadap umat Islam India oleh para pendukung fanatik dan radikal Perdana Menteri Modi," kata Wakil Ketua Umum MUI, KH Muhyiddin Junaidi kepada Republika, Jumat (28/2).

KH Muhyiddin mengatakan, UU Kewarganegaraan yang dikeluarkan PM India sangat diskriminatif terhadap umat Islam India. Selain itu, tindakan brutal dan anarkis para pendukung PM Modi terhadap umat Islam yang menolak UU Kewarganegaraan tersebut adalah pelanggaran HAM berat.

Kekerasan yang dilakukan pendukung UU Kewarganegaraan India terhadap umat Islam sangat mencederai perasaan umat Islam di dunia. MUI minta agar para pelaku kebrutalan tersebut diproses sesuai dengan hukum.

"MUI minta pemerintah India wajib meninjau kembali UU Kewarganegaraan guna menghindari kerusuhan yang masif," ujarnya.

Ia menjelaskan, umat Islam yang lahir di India saat nanti pemerintah melakukan seleksi, kemudian umat Islam tidak mampu menunjukan buktinya. Maka mereka akan dianggap sebagai orang asing di India.

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA