Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Sunday, 5 Sya'ban 1441 / 29 March 2020

Hati Ibarat Cermin Bisa Kotor, Rasulullah SAW Beri 2 Obatnya

Ahad 16 Feb 2020 07:57 WIB

Rep: Ali Yusuf/ Red: Nashih Nashrullah

Rasulullah SAW memberikan obat untuk membersihkan hati yang kotor. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Rasulullah SAW memberikan obat untuk membersihkan hati yang kotor. Rasulullah SAW (ilustrasi)

Foto: Republika/Kurnia Fakhrini
Rasulullah SAW memberikan obat untuk membersihkan hati yang kotor.

REPUBLIKA.CO.ID,  REPUBLIKA— Hati adalah pusat pergerakan jasad manusia. Dalam konsepsi Islam, jika hati seorang hamba bagus, maka akan baik pula perilaku fisik seseorang. Demikian juga sebaliknya, jika hati kotor, akan bisa tercoreng pula amal perbuatan. 

Baca Juga

Rasulullah SAW berbagai dua cara untuk membersihkan hati yang kotor yaitu memperbanyak zikir dan membaca Alquran serta mengingat kematian. 

Rasulullah SAW bersabda "Sesungguhnya hati itu berkarat sebagaimana besi berkarat jika terkena air. Sahabat bertanya. "Ya Rasulullah apakah pembersihnya? beliau bersabda "Banyak mengingat maut dan membaca Alquran." 

Karena hati, menurut Maulana Muhammad Zakkariya Al-Khandalwai dalam kitabnya Fadhilah Amal, hati diibaratkan cermin, semakin kotor, semakin redup sinar yang dipantulkannya, sebaliknya semakin bersih semakin terang pantulan sinar marifatnya.

"Oleh sebab itu barangsiapa terperosok dalam keadaan nafsu maksiat dan tipu daya setan ia akan terjatuh dari ma'rifatullah," katanya.

Untuk membersihkan hati yang kotor kata, al-Kandahlawi, para ulama suluk tasawuf menganjurkan agar melakukan mujahadah dan riyadhah dan sibuk beribadah.    

Syaik Hasan Bashri RA mengatakan, “”Orang-orang dahulu memahami Alquran itu sebagai firman Allah SWT untuk diri mereka. Maka sepanjang malam Mereka bertanya aku dan bertadabur terhadap Alquran dan sepanjang siang Mereka sibuk mengamalkannya. Sedangkan kalian hanya memperhatikan huruf fathah, kasrah, dan dhommahnya, tetapi tidak menganggapnya sebagai Firman Allah untuk diri kalian, sehingga kalian tidak bertafakur dan bertadabur dengan Alquran.

Dari Aisyah RA Rasulullah bersabda," Sesungguhnya setiap kaum memiliki kemuliaan dan kebanggaan yang selalu mereka banggakan. Sesungguhnya, kebanggaan dan kemuliaan umatku adalah Alquran."  

Ali Yusuf

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA