Kamis 06 Feb 2020 21:44 WIB

Ketika Harta Goda Siapapun Termasuk Sahabat Nabi Muhammad

Sahabat Nabi Muhammad SAW sempat tergiur dengan harta.

Sahabat Nabi Muhammad SAW sempat tergiur dengan harta. Ilustrasi harta. ilustrasi harta.
Foto: Pixabay
Sahabat Nabi Muhammad SAW sempat tergiur dengan harta. Ilustrasi harta. ilustrasi harta.

REPUBLIKA.CO.ID, Manusia bisa lupa dengan Allah SWT dan Rasul-Nya ketika harta menjadi tendensi hidupnya. Tidak terkecuali sahabat Nabi sekalipun, bisa terpedaya godaan harta. 

Suatu hari, ketika Rasulullah SAW tengah berkhotbah Jumat, di kalangan jamaah tersiar kabar datangnya kafilah dagang Duhayah bin Khalifah yang membawa barang-barang murah, dan akan menguntungkan bila diniagakan. Tiba-tiba seorang dari hadirin keluar. Kemudian diikuti yang lain sampai tidak tersisa dalam masjid itu kecuali 12 orang saja. 

Baca Juga

Lalu turunlah ayat, ''Dan apabila mereka melihat perniagaan atau permainan, mereka bubar untuk menuju kepadanya dan mereka tinggalkan kamu sedang berdiri [berkhotbah]. Katakanlah, 'Apa yang di sisi Allah adalah lebih baik daripada permainan dan perniagan', dan Allah sebaik-baik pemberi rezeki.'' (QS al-Jumuah: 11). Demikianlah bagaimana harta dapat melalaikan manusia dari Allah dan Rasul-Nya. 

Seseorang pun bisa menjadi penjahat karena harta. Maka, benar kata Ali bin Abi Thalib bahwa harta adalah fitnah atau godaan bagi kehidupan manusia. Harta begitu menggoda sehingga untuk mendapatkannya cara apa pun ditempuh oleh manusia. Baik cara yang halal atau yang haram. 

Pun dalam penggunaannya tidak lepas dari dua sisi, yaitu untuk yang halal dan yang haram, sebagai sarana taat kepada Allah dan sebagai fasilitator kegiatan maksiat kepada-Nya. 

Karena harta bersifat menggoda, Allah menjadikannya sebagai ujian bagi manusia. Seperti disebutkan dalam firman-Nya, ''Ketahuilah bahwa hartamu dan anak-anakmu itu hanyalah sebagai ujian [fitnah]. Sesungguhnya di sisi Allahlah pahala yang besar.'' (QS Al-Anfal: 28) 

Ketika menafsirkan ayat tersebuit di atas, Ibnu Katsir mengatakan, ''Harta dan anak-anak adalah ujian dari Allah kepada manusia karena Allah mengaruniakannya untuk mengetahui apakah manusia akan bersyukur dan menjadikannya sebagai sarana taat kepada-Nya, atau sebaliknya, menggunakannya untuk maksiat kepada-Nya.''    

 

 

sumber : Harian Republika
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement