Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Wednesday, 16 Rabiul Awwal 1441 / 13 November 2019

Rumah Zakat Dukung Resolusi World Zakat Forum 2019

Jumat 08 Nov 2019 14:00 WIB

Rep: Rossi Handayani/ Red: Agung Sasongko

Laz Harfa menghadiri Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Laz Harfa menghadiri Konferensi Internasional World Zakat Forum (WZF) di Crowne Plaza Hotel, Bandung, Jawa Barat.

Foto: dok. Laz Harfa
Rumah Zakat menilai resolusi sangat positif dan relevan di era digital

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Salah satu Lembaga Amil Zakat (LAZ) yang turut serta mendukung penyelenggaraan World Zakat Foru, 2019 yakni, Rumah Zakat (RZ). CEO Rumah Zakat, Nur Effendi mengatakan, resolusi yang telah dikeluarkan dalam forum begitu positif bagi negara anggotanya. 

Baca Juga

"Resolusi sangat positif dan relevan di era digital. Kemarin Rumah Zakat rekomendasikan pentingnya regulasi negara-negara dunia yang mendorong untuk zakat digital, harus ada produk regulasi atas pengelolaan zakat," kata Nur Effendi, Kamis (7/11).

Selain itu, RZ juga meminta agar setiap negara dengan lembaga atau institusi zakat untuk melakukan digitalisasi, agar dapat setara dengan yang lainnya. Upaya tersebut dapat dilakukan baik dengan dukungan pemerintah masing-masing negara, atau melalui WZF.

Rumah Zakat turut berbagi pengalaman terkait digitalisasi dengan negara yang ada di Afrika. Pada 6-7 November, Rumah Zakat menerima kunjungan dari beberapa negara untuk bertukar pengalaman mengenai perkembangan zakat, dan digitalisasi. Nur mengatakan, mereka kedatangan dari lima lembaga luar negeri, beberapa diantaranya yakni, Uni Emirat Arab, Ghana dan Malaysia.

Rumah Zakat telah melakukan sejumlah transformasi digital yang melahirkan tiga inovasi. Pertama yang berkaitan dengan pengalaman bagi pelanggan, contohnya muzaki kini dapat melihat langsung kegiatan RZ hanya dengan melalui teknologi Virtual Reality (VR).

Kedua, dalam digitalisasi saat ini RZ lebih mudah melakukan kegiatan zakat, yang sebelumnya bisa menghabiskan proses 10 tahap, kini hanya dengan dua tahap, sebagai contohnya proposal kini berbentuk dalam aplikasi. Ketiga, Rumah Zakat juga memiliki model bisnis baru berkat adanya digitalisasi. 

Rumah Zakat berharap WZF akan terus berlanjut, asosiasi ini dianggap begitu baik untuk dapat membahas masalah-masalah yang tengah hangat di lapangan. Untuk itu anggotanya dapat saling berbagi pengalaman perihal dunia perzakatan. 

"Kami berharap WZF semakin efektif, mendorong regulasi di berbagai negara, terus menumbuhkan anggota dari asosiasi ini, dan menumbuhkan kolaborasi antar anggota di dalamnya," ucap Nur Effendi. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA