Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Wednesday, 19 Muharram 1441 / 18 September 2019

Hadapi Era Digiital, Aa Gym Pesan Jaga Keakraban Keluarga

Kamis 12 Sep 2019 09:39 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Nashih Nashrullah

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

KH. Abdullah Gymnastiar (Aa Gym).

Foto: Republika/Syahruddin El-Fikri
Keluarga penting dijaga di tengah era digital.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA – Pendakwah kondang KH Abdullah Gymnastiar mengingatkan untuk tetap menjaga keakraban keluarga di era yang serba digital seperti saat ini. 

Dia juga mewanti-wanti agar jangan sampai keberadaan ponsel sekarang ini menghilangkan kehangatan keluarga.

Baca Juga

"Jangan sampai saat bertemu sebentar dengan anak, malah main ponsel. Kamera sudah kalah gara-gara ponsel, radio hilang. Yang bisa hilang juga adalah keakraban di keluarga," kata dia dalam ceramah Muhasabah Akbar Muharram 1441 Hijriah di Masjid Ukhuwah Islamiyah, Kampus Universitas Indonesia, Depok, Rabu (11/9).

Aa Gym, sapaannya, juga mengingatkan supaya selalu menyimak apa yang disampaikan orang di hadapannya. Rasulullah SAW, terangnya, selalu menyimak orang lain saat berbicara sehingga orang tersebut merasa senang.

Aa Gym kemudian mengaitkannya dengan keadaan sekarang di mana banyak orang yang lebih sering bermain gadget sehingga larut pada dunianya sendiri dan mengabaikan orang-orang di sekitarnya. "Dan menjadi kurang menghormati orang di depannya," ujarnya.

"Rasulullah begitu hebat tetapi begitu tawadhu. Setiap yang berjumpa bertamu padanya, itu selalu menganggap 'wah saya pasti orang yang paling istimewa di mata Rasul'," terang Aa Gym.

Aa Gym juga mengingatkan para suami untuk bersabar menghadapi istri. "Karena perempuan ini seperti tulang rusuk. Kalau dikerasi, patah. Kalau dibiarin, tetap saja bengkok. Jadi sama istri itu harus disabarin," tuturnya.

Disampaikan pula olehnya, jika hati galau maka berarti Allah SWT sedang mengingatkan untuk tetap berzikir. 

"Semua urusan itu ada dalam genggaman Allah. Tapi kita kebanyakan mikir, dan stres. Kurang zikir. Harusnya tiap mikir jadi zikir. Contohnya Pilpres, kalau enggak pake zikir, stres-nya sampai sekarang," tuturnya.

  

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA