Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Tuesday, 22 Rabiul Awwal 1441 / 19 November 2019

Madu dan Khasiatnya

Selasa 13 Aug 2019 19:19 WIB

Rep: Mozaik Republika/ Red: Agung Sasongko

Madu

Madu

Foto: pixabay
Rasulullah SAW menyuruh umatnya menggunakan madu untuk mengobati penyakit.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Madu dan kurma beberapa kali disebut dalam Alquran dan hadis. Keduanya telah diketahui oleh masyarakat pra-Islam sebagai makanan yang banyak manfaatnya. Islam datang untuk menegaskan kembali manfaat keduanya, seperti untuk menjaga kesehatan dan pengobatan.

Ibnu Abbas meriwayatkan bahwa Rasulullah bersabda, ''Pengobatan itu terdapat dalam tiga hal: sayatan pembekam, minum madu, dan kayu dengan api. Akan tetapi, aku melarang umatku melakukan pengobatan dengan pembakaran melalui kayu.'' (HR Al-Bukhari).

Diriwayatkan juga oleh ibnu Mas'ud, Rasulullah SAW bersabda, ''Berobatlah dengan dua hal: madu dan Alquran.'' (HR Ibnu Majah).

Hadis-hadis tersebut menunjukkan betapa besar khasiat madu dalam proses penyembuhan penyakit sehingga didudukkan oleh Nabi SAW sejajar dengan Alquran. Allah telah memberi kabar kepada manusia melalui Alquran bahwa madu mengandung syifa' (obat) dengan menyebutnya sebanyak empat kali. Tiga di antara kata syifa' itu disandingkan dengan kata Alquran dan satu lagi disandingkan dengan madu.

Allah berfirman, ''Dari perut lebah itu, keluar minuman (madu) yang beraneka warna. Di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berpikir.'' (QS Alnahl: 69).

Oleh karena manfaat kesembuhan tersebut, Nabi SAW menyuruh umatnya menggunakan madu untuk mengobati bermacam penyakit. Al-Bukhari dan Muslim meriwayatkan, ada seorang laki-laki mendatangi Rasulullah SAW dan berkata, ''Wahai Rasulullah, saudara saya menderita diare.'' Rasulullah pun memberinya resep, ''Berilah dia madu!'' Lelaki itu kemudian memberikan madu beberapa kali kepada saudaranya dan dia pun sembuh dari penyakitnya.''

Dalam buku Eksiklopedia Mukjizat Alquran dan Hadis, dipaparkan tentang eksperimen pengobatan dengan madu. Bahwa, ketika seseorang membacakan surah Alfatihah sebanyak tujuh kali dan ayat Fihi syifaaun linnaasi (di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia, QS Annahl: 69) sebanyak tujuh kali pada madu yang dilarutkan dalam air, dengan izin Allah madu itu berkhasiat mengobati berbagai macam penyakit.

Apa sesungguhnya yang terkandung di dalam madu sehingga khasiatnya begitu besar? Menurut Dr Molan, madu mengandung kadar antioksidan yang cukup tinggi. Dengan kandungan yang demikian itu, katanya, tidak akan ada benda apa pun di alam semesta ini yang menyerupai madu dalam hal kemampuan menyembuhkan.

Terkait dengan khasiat madu tersebut, Molan mengatakan, ''Madu memiliki efek yang menakjubkan dalam mengobati penyakit akibat terbakar dan bernanah, bahkan dapat menghilangkan noda bekas terbakar.''

Pendapat Molan diperkuat dengan temuan dr Glenys Round setelah melakukan penelitian terhadap madu. Ia mendapati bahwa madu memiliki zat yang bermanfaat untuk pengobatan kanker. Menurutnya, madu dapat mengobati penyakit kanker kulit karena sinar matahari. ''Hampir semua penyakit yang diobati dengan menggunakan madu tidak memiliki efek samping dan tidak menimbulkan rasa sakit,'' jelasnya.

Diketahui bahwa madu mengandung vitamin B1 yang bermanfaat untuk mengobati radang urat saraf dan penyakit mati rasa. Selain itu, ia juga mengandung vitamin B2 yang dapat mengobati sariawan, bibir pecah-pecah, dan radang mata. Di dalamnya juga terkandung berbagai macam mineral.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA