Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Thursday, 21 Zulhijjah 1440 / 22 August 2019

Penyebab Hebron Jadi Penghasil Kerajinan Kaca Terbaik

Selasa 16 Jul 2019 17:17 WIB

Rep: Umar Mukhtar/ Red: Agung Sasongko

Warga Palestina berjalan melintasi pertokoan yang tutup sebagai aksi  mogok massal di Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Warga Palestina berjalan melintasi pertokoan yang tutup sebagai aksi mogok massal di Kota Hebron, Tepi Barat, Palestina.

Foto: Alaa Badarneh/EPA-EFE
Alam Hebron kaya dengan pasir yang sangat cocok untuk pembuatan kaca.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Banyak yang bertanya, mengapa Hebron menjadi wilayah produksi dan perdagangan barang pecah belah berbahan kaca? Ada tiga faktor yang melatarbelakangi hal itu, yakni geologis, geografis, dan agama. 

Alam Hebron kaya dengan pasir yang sangat cocok untuk pembuatan kaca. Sedangkan, Laut Mati yang berjarak hanya 25 kilo meter dari kota ini, dikenal sebagai perairan yang punya kandungan abu soda (natrium karbonat, Na2CO3) tinggi. Patut dicatat, abu soda sangat penting untuk pembuatan kaca serta tanah liat untuk membuat tungku. 

Baca Juga

Selain itu, dari sisi agama, kota ini dianggap sebagai kota yang agung, bahkan suci. Hebron juga terletak pada rute ziarah yang menghubungkan Yerusalem dengan Makkah.

Hebron juga berada di persimpangan, yakni ke selatan ke Arab, ke timur ke Yordania, ke barat ke Laut Mediterania, dan ke utara ke Damaskus. Hal-hal itulah yang membuat Hebron tidak sulit untuk berkembang men jadi pusat perdagangan. 

Para wisatawan yang melancong ke Heb ron hampir pasti akan melewati pasar, tempat para pedagang dan pengrajin kaca Hebron berkumpul menjual dagangan mereka. Sudah barang pasti, para pelancong tak akan melewatkan kesempatan ini untuk membeli pernak-pernik dari kaca sebagai buah tangan. Tak sekadar buah tangan, ragam pernik kaca itu juga menyiratkan sejarah panjang perkembangan peradaban kota tua ini. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA