REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah (LDK PP Muhammadiyah) menjelaskan alasan keberpihakan terhadap Iran dalam konflik dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel, di tengah perdebatan yang memecah umat Islam. Melalui pernyataan resmi di akun media sosialnya, LDK PP Muhammadiyah menegaskan bahwa sikap tersebut bukan didasarkan pada fanatisme mazhab, melainkan pada prinsip keadilan menentukan siapa yang menindas dan siapa yang ditindas dalam konflik yang terus memanas di Timur Tengah.
LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah menerangkan mengapa kita dukung Iran ketika konflik dengan AS-Israel. Konflik Timur Tengah membuat umat Islam termasuk di Indonesia terbelah. Ada yang mendukung Iran, ada yang memilih netral.
"Perdebatan ini bukan sekadar soal geopolitik tapi menyentuh identitas mazhab, sejarah konflik, dan cara kita memahami keadilan dalam Islam," tulis LDK Pimpinan Pusat Muhammadiyah di akun Instagramnya @ldkmuofficial pada Rabu (4/3/2026)
Lalu bagaimana seharusnya kita bersikap? Dalam Islam, keberpihakan seharusnya dibangun di atas prinsip keadilan, bukan fanatisme kelompok.




