Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Kamis, 21 Zulhijjah 1440 / 22 Agustus 2019

Mengenal Era Dinasti Umayyah

Senin 15 Jul 2019 21:00 WIB

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko

Damaskus, Suriah, pusat Daulah Umayyah (ilustrasi).

Damaskus, Suriah, pusat Daulah Umayyah (ilustrasi).

Foto: ucalgary.ca
Era Umayah juga mencatat banyak kemajuan dalam berbagai bidang

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Dalam kurun waktu 89 tahun masa pemerintahannya (661-750 M), Dinasti Umayyah telah berhasil memperluas wilayah kekuasaan hingga Afrika Utara dan Spanyol. Ini adalah upaya yang terhenti pada masa kepemimpinan Usman dan Ali karena ketika itu umat Islam dilanda konflik politik yang berkepanjangan.

Era Umayah juga mencatat banyak kemajuan dalam berbagai bidang, seperti perekonomian, sains, seni, dan arsitektur. Perluasan wilayah kekuasaan Islam dilakukan ke timur, utara, dan barat. Setidaknya ada tiga Peninggalan pada masa pemerintahan Bani Umayyah di antaranya, Masjid Kubah Batu, Masjid Agung Umayyah, dan Istana Kusair Amra. Berikut ulasannya.

Masjid Kubah Batu

Masjid Qubbat as-Sakhrah atau Masjid Kubah Batu adalah bangunan yang terletak di tengahtengah kompleks al-Haram asy-Syarif, Masjid al-Aqsa, di Kota Yerusalem. Nama lain Qubbat as- Sakhrah (Kubah Batu) adalah Dome of the Rock. Masjid ini biasanya disebut juga dengan Masjid Umar. Pembangunan masjid ini dimulai ketika Yerusalem jatuh ke dalam kekuasaan Islam pada era Khalifah Umar bin Khattab.

Terletak di Baitul Maqdis, Qubbat as-Sakhrah adalah seni bangunan agung Islam pertama yang didirikan antara tahun 685 M hingga 691 M oleh Khalifah Abdul Malik bin Marwan, khalifah Kerajaan Umayyah. Kubah ini dibangun setengah tahun setelah wafatnya Nabi Muhammad SAW. Inilah masjid pertama yang menggunakan kubah dalam sejarah arsitektur Islam. ¦

Masjid Agung Umayyah

Keberadaan Masjid Umayyah di Damaskus memperlihatkan kombinasi budaya Romawi dan Islam. Meskipun telah dilakukan beberapa perubahan pada arsitekturnya, bagian-bagian khas gereja masih tampak pada kompleks masjid ini, termasuk sumur tempat membaptis bayi-bayi Kristen.

Proses pembangunan Masjid Agung Umayyah dimulai pada 87 H/705 M dan selesai pada 96 H/714 M. Biaya pembangunannya berasal dari pajak lahan pertanian (kharaj) yang dipungut pemerintahan Dinasti Umayyah. Pembangunan masjid terbesar pertama di abad ke-8 M itu melibatkan para seniman dan tukang bangunan dari berbagai negeri, seperti Persia, India, Afrika Utara, Mesir, dan Bizantium.

Istana Kusair Amra

Kompleks istana di Qusayr Amra ditemukan kembali pada 1898 oleh orientalis asal Ceska, Alois Musil. Istana kecil ini diperkirakan dibangun pada masa pemerintahan Khalifah al-Walid I pada 712-715 M. Bangunan indah ini berdiri di samping sebuah oase di lahan semikering sekitar 80 km sebelah timur Amman, Yordania.

Saat ditemukan, bangunan-bangunan utama yang masih ada ialah ruang singgasana berbentuk persegi, ruang pertemuan, serta sebuah permandian. Dinding bagian dalam ruang pertemuan dan singgasana dihiasi fresko (lukisan dinding) yang sangat indah. Hiasan indah di istana ini dilukis, diukir, dan diwarnai khas Yunani-Romawi. Ini merupakan upaya para penguasa Umayyah menyejajarkan diri mereka dengan kekaisaran sebelumnya. 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA