Jumat 13 Feb 2026 17:41 WIB

Hajjaj, Sosok Penguasa Zalim di Era Umayyah

Hajjaj bin Yusuf menyiksa lawan-lawan politiknya, termasuk seorang ulama.

ILUSTRASI Masjid Agung Umayyah di Damaskus
Foto: dok wiki
ILUSTRASI Masjid Agung Umayyah di Damaskus

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelbagai konflik politik mewarnai masa-masa awal Dinasti Umayyah yang berpusat di Damaskus. Kala itu, beberapa pemimpin yang otoriter berkuasa. Di antaranya adalah Hajjaj bin Yusuf ats-Tsaqafi.

Ia merupakan seorang gubernur yang mengabdi pada Kekhalifahan Umayyah. Untuk mempertegas dominasi Damaskus, ia tidak segan-segan membunuh siapapun yang bersebarangan pandangan dengan rezim.

Baca Juga

Salah satu korbannya adalah Said bin Jubair. Murid sahabat Nabi, Abdullah bin Abbas, itu dikenal luas sebagai seorang ulama.

Bersama dengan koleganya, Said bin Jubair berjuang untuk membendung rezim Umayyah. Saat itu, jabatan khalifah dipegang Abdul Malik bin Marwan. Sang khalifah dinilai telah melakukan banyak kezaliman sehingga ulama ini melawannya.

Dalam sebuah pertempuran, kelompok anti-Umayyah kalah. Said bin Jubair termasuk yang ditangkap. Ia lantas dibawa ke hadapan Hajjaj bin Yusuf dalam keadaan terbelenggu.

Terjadilah percakapan berikut ini.

“Siapa namamu?” tanya Hajjaj dengan angkuhnya.

“Said bin Jubair.”

“Bukan. Namamu adalah Syaqi bin Kusair.”

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement