Selasa 03 Mar 2026 23:10 WIB

Meski Gerhana Bulan Total tak Tampak di Sejumlah Wilayah, Ini Kata Alquran Hadits Soal Gerhana

Alquran dan hadits sebutkan fenomena gerhana bulan.

Penampakan fenomena gerhana bulan fase total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang dari Kota Mataram, Lombok mulai pukul 23.26 WITA sampai pukul 03.56 WITA.
Foto: ANTARA FOTO/Ahmad Subaidi
Penampakan fenomena gerhana bulan fase total di langit pulau Lombok, Mataram, NTB, Senin (8/9/2025). Fenomena astronomis gerhana bulan total tersebut dapat dilihat dengan mata telanjang dari Kota Mataram, Lombok mulai pukul 23.26 WITA sampai pukul 03.56 WITA.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Fenomena gerhana bulan total akan terjadi pada Selasa (3/3/2026) malam ini. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan waktu puncak gerhana bulan total di Jakarta dan sekitarnya terjadi pada pukul 18.33.39 WIB tadi.

Peristiwa alam ketika bulan tampak memerah karena tertutup bayangan bumi ini selalu mengundang decak kagum.

Baca Juga

Namun, dalam perspektif Islam gerhana bukan sekadar fenomena astronomi, tetapi juga tanda kebesaran Allah SWT.

Alquran pun secara eksplisit menyinggung peristiwa gerhana dalam beberapa ayat Alquran. Di antaranya dalam Surat Al-Qiyamah, di mana Allah SWT berfirman:

فَاِذَا بَرِقَ الْبَصَرُۙ. وَخَسَفَ الْقَمَرُۙ. وَجُمِعَ الشَّمْسُ وَالْقَمَرُۙ

Artinya: “Maka apabila mata terbelalak (ketakutan), bulan pun telah hilang cahayanya, serta matahari dan bulan dikumpulkan.” (QS Al-Qiyamah: 7-9)

photo
Infografis 5 Pertanyaan yang akan Ditanyakan pada Hari Kiamat. Ilustrasi Allah - (Republika.co.id)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement