Kamis 02 May 2019 22:32 WIB

Baznas Targetkan Rp 4 Milliar Himpun Dana Zakat di Mal

Baznas bekerja sama dengan 30 mal menghimpun dana zakat

Rep: rahma sulistya/ Red: Dwi Murdaningsih
Ilustrasi Zakat
Foto: Republika/Mardiah
Ilustrasi Zakat

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Amil Zakat Nasional (Baznal) bersama Lippo Group, bekerjasama mengumpulkan zakat selama bulan Ramadhan 1440 H ini. Dari 30 mall yang sudah dikerjasamakan, Baznas menargetkan akan mengumpulkan donasi mencapai Rp 4 milliar selama satu bulan Ramadhan.

Direktur Utama Baznas, Arifin Purwakananta, mengungkapkan masih banyak masyarakat yang ingin berzakat secara langsung sehingga zakat di mall ini akan efektif di kala masyarakat juga sedang berbelanja. “Ada sebagian segmen orang-orang yang zakatnya mau datang langsung, salaman, dan didoakan,” ujar dia saat ditemui usai acara ‘Fashion Show on Train Rumah Batik dan Tenun’ di Stasiun KA Bandara Soekarno Hatta, Kamis (2/5).

Meskipun berzakat kini sudah dapat dilakukan melalui digital, masyarakat yang ingin melakukan zakat secara manual juga masih banyak jumlahnya. Sehingga selain di mall, ada juga counter zakat yang dibuka di kawasan perkantoran, dalam satu counter ada dua sampai tiga orang yang berjaga.

Jika memang berzakat di mall ini banyak menarik hati masyarakat untuk beramal, rencananya ini bisa diberlakukan terus seusai Ramadhan. Hanya saja, mungkin ada pengurangan jumlah counter dan penjaganya.

“Ya, mungkin cuma dikurangi tempatnya, karena di Ramadhan ini ditambah, dan ditambah juga counter zakat digital. Jadi kalau lihat di beberapa counter minimarket itu ada layanan digital berzakat,” kata Arifin.

Untuk target zakat, infaq, dan sedekah pada Ramadhan tahun ini, secara nasional Baznas memprediksi ada kenaikan 20 persen dari tahun sebelumnya yakni bisa mencapai Rp 4 triliun. Sementara untuk zakat, infaq, dan sedekan Baznas Pusat, diprediksi naik 40 persen dari tahun sebelumnya yakni jumlahnya bisa mencapai Rp 85 milliar.

Apalagi, Baznas kini telah memiliki layanan mustahik yang sudah digunakan sejak dua bulan lalu. Sehingga, Baznas dapat mengetahui secara detil data-data penerima manfaat atau mustahik yang memang benar-benar membutuhkan.

“Ya, lebih mudah. Sekarang kami sudah tahu semua kaum dhuafa di Indonesia,” kata  Arifin.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement