Selasa 15 Jan 2019 18:38 WIB

Dakwahkan Islam Moderat, MUI Kirim Dai ke Pedalaman Papua

Para dai tersebut akan diberangkatkan pada Februari 2019 dan bertugas satu tahun.

Rep: Fuji E Permana/ Red: Nashih Nashrullah
Salah satu masjid umat Islam di Jalan Sultan Hassanudin, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (7/2).
Foto: Republika/Muhyiddin
Salah satu masjid umat Islam di Jalan Sultan Hassanudin, Distrik Agats, Kabupaten Asmat, Papua, Rabu (7/2).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat Majelis Ulama Indonesia (MUI) akan mengirim dai ke pedalaman Papua dalam program Indonesia Berkhidmat. Para dai yang dikirim akan berdakwah dan menguatkan kembali akidah umat Islam di pedalaman Papua. 

Wakil Sekretaris Komisi Dakwah dan Pengembangan Masyarakat MUI, KH Misbahul Munir mengatakan, MUI akan mengirim sepuluh dai ke pedalaman Papua. Lokasi yang menjadi sasaran para dai akan disesuaikan dengan permintaan pengurus MUI di Papua.   

"Para dai ini bukan melakukan islamisasi, tapi merawat umat Islam yang sudah ada di Papua yang selama ini jauh dari jangkauan ulama dan ustaz," kata KH Misbahul kepada Republika,co.id di Kantor MUI Pusat, Selasa (15/1). 

Dia menerangkan, di pedalaman Papua ada umat Islam yang jauh dari jangkauan ulama. Sasaran MUI adalah umat Islam, bukan umat lain. Diharapkan para dai tersebut akan menjadi tokoh masyarakat Papua di masa yang akan datang.  

Dia menjelaskan, para dai tersebut diambil dari pesantren-pesantren. Sebelum berangkat ke Papua untuk menjalankan misi MUI, mereka diajari tiga hal. Pertama, mereka diajari Islam wasathiyyah. Kedua, dibekali ilmu-ilmu kebangsaan. Ketiga, dibekali ilmu-ilmu yang berkaitan dengan MUI. 

"MUI menganggap ajaran Islam wasathiyah harus sampai ke masyarakat, konsenterasi MUI menyebarkan Islam wasathiyyah dan rahmatan lil 'alamin," ujarnya. 

Misbahul menyampaikan, para dai tersebut akan diberangkatkan pada Februari 2019. Mereka akan bertugas selama satu tahun di Papua.

Tapi masa tugas mereka bisa diperpanjang, tergantung kebutuhan. MUI Pusat akan membiayai mereka. Mereka juga akan digaji sesuai upah minimum regional Papua.  

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement