Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Jumat, 18 Rabiul Awwal 1441 / 15 November 2019

Cak Nanto: Jangan Ragukan Nasionalisme Kami

Jumat 28 Des 2018 23:22 WIB

Rep: Rahmat Fajar/ Red: Nashih Nashrullah

 Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022, Sunanto atau  akrab disapa Cak Nanto.

Ketua Umum PP Pemuda Muhammadiyah periode 2018-2022, Sunanto atau akrab disapa Cak Nanto.

Foto: Republika/Wahyu Suryana
Jiwa nasionalisme harus diwujudkan dalam aksi nyata sehari-hari.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Pengurus Pemuda Muhammadiyah  Periode 2018-2022 resmi dilantik. Pelantikan dilakukan Ketua Umum Pemuda Muhammadiyah, Sunanto (Cak Nanto) di Gedung Dakwah PP Muhammadiyah, Jumat (28/12). 

Cak Nanto menjamin kader pemuda muhammadiyah memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi. Pasalnya, organisasi ini telah ikut berjuang dalam proses kemerdekaan Indonesia. 

"Untuk itu jangan tanyakan dan ragukan jiwa nasionalisme kami," ujar Cak Nanto dalam sambutannya. 

Menurutnya, jiwa nasionalisme tidak perlu diungkapkan secara lisan. Namun harus diwujudkan dengan tindakan sehari-hari. Cak Nanto meminta dukungan seluruh pihak agar pemuda muhammadiyah konsisten menjaga jiwa nasionalisme. 

Dalam kesempatan tersebut, Cak Nanto juga menyinggung pesta demokrasi 2019. Dia menilai politik sektarian tak dapat dihindari. Hal tersebut dapat merusak keharmonisan apabila pesta demokrasi tersebut tidak disikapi dengan baik. 

"Pemuda Muhammadiyah mengajak elemen bangsa mengedepankan persatuan bangsa dengan visi kemajuan," katanya. 

Cak Nanto menegaskan, komitmen dan konsensus kebangsaan harus dikuatkan. Cak Nanto juga mengajak kepada seluruh pemuda di Indonesia agar menjaga NKRI dan idealisme.  

"Mengimbau kepada capres cawapres, caleg untuk berjuang hanya untuk rakyat, untuk NKRI," tuturnya. 

Cak Nanto juga menyinggung tentang lunturnya nilai kultural Muhammadiyah. Menurutnya, hal ini perlu ditumbuhkan kembali. Sehingga terdapat keseimbangan antara nilai kultural dengan nilai lainnya. 

Pelantikan dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nasir dan jajarannya, Ketua MPR RI Zulkifli Hasan, Menteri Pertahanan Ryamizard Ryacudu. Selain itu ada juga Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy dan Ketua KPU Arief Budiman. 

 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA