Senin 23 Jan 2017 20:43 WIB

Buta, tak Halangi Jerome Claire Baca Keistimewaan Alquran

Rep: c62/ Red: Agung Sasongko
Mualaf (ilustrasi)
Foto: Malcomx.com
Malcom X

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Malcolm X (1925 – 1965) adalah seorang Muslim Amerika-Afrika yang menjadi aktivis hak asasi manusia. Clare menjadi tertarik dengan sosoknya setelah mendengar namanya. “Nama belakangnya unik, atau bahkan aneh. Hanya satu huruf saja, X,” kata Clare.

Ia lalu membaca sebuah buku karya Alex Halley, yang berbicara tentang kaum buruh yang diculik dari Afrika dan keislaman mereka. Dari buku itu, Clare mengetahui kaum Afrika dan juga Malcolm X, memeluk agama bernama Islam.

Selesai membaca buku itu, Clare membaca sebuah buku lain yang mendekatkannya dengan sosok Malcolm X. “Aku sangat tertarik dan mengagumi sosok serta kepribadian Malcolm X. Dan itu membuatku ingin menjadi sepertinya, yakni menjadi seorang Muslim.”

Hanya saja, Clare merasa perlu memahami berbagai hal tentang Islam jika ingin memeluk agama tersebut. Baginya saat itu, terbentang sebuah jarak antara dia dan Islam. “Aku membutuhkan sebuah jembatan untuk bisa sampai ke sana,” ujarnya.

Hingga akhirnya, di tahun 1996, Clare melamar pekerjaan di sebuah ajang perkemahan komputer, tempat ia bertugas menyiapkan roti untuk para peserta. Di sana, ia bertemu seorang perempuan Muslim. “Aku sangat senang, dan segera memburunya dengan banyak pertanyaan tentang Islam.”

Beberapa hari setelahnya, Muslimah itu datang dengan membawa buku-buku keislaman, di antaranya tentang rukun Islam. “Aku adalah orang yang memegang prinsip ‘melakukan apa yang benar.’ Dalam olahraga gulat, misalnya, jika aku harus melakukan push up sebanyak 30 kali, akan kulakukan.”

Prinsip Clare berlaku pula dalam hal keyakinannya pada Islam. Begitu ia me rasa yakin bahwa pengetahuan tentang ajaran Islam yang baru diterimanya ada lah benar dan akurat, ia pun bersyahadat.

“Aku sangat lega dan senang, serta sangat berterima kasih kepada Malcolm X. Aku juga bersyukur karena dakwahnya dapat sampai padaku meski ia telah meninggal.”

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement