Senin 25 Aug 2014 01:35 WIB

Sekolah Negara Bagian India Izinkan Siswinya Kenakan Jilbab

Rep: c63/ Red: Chairul Akhmad
Sekolah Umum Viswadeepti Vidyalaya di India.
Foto: Viswadeeptividya.in
Sekolah Umum Viswadeepti Vidyalaya di India.

REPUBLIKA.CO.ID, INDIA – Beberapa sekolah di negara bagian Kerala, India Selatan baru-baru ini telah mengeluarkan kebijakan untuk memperbolehkan siswinya mengenakan jilbab sejak kelas satu sekolah dasar.

Kebijakan itu dikeluarkan beberapa sekolah menyusul tuntutan orang tua siswi Muslim agar anaknya diperbolehkan mengenakan penutup kepala yang diwajibkan dalam Islam tersebut.

"Karena tingginya permintaan para orang tua Muslim agar anak perempuan mereka diizinkan mengenakan jilbab dari Kelas I, maka manajemen kami setuju," kata kepala Viswadeepti Vidyalaya salah satu Sekolah Umum di Aluva seperti dikutip OnIslamNet, Ahad (24/8).

Sebelumnya, pengenaan jilbab di sekolah negara bagian tersebut hanya diperbolehkan untuk siswi yang duduk di kelas lima. Selain karena permintaan tersebut, kebijakan dikeluarkan karena meningkatnya pengenalan studi Islam mulai dari kelas Alquran dan peraturan baru tentang shalat Jumat untuk sekolah swasta.

 

Kebijakan juga ditengarai dilakukan untuk menarik siswa Muslim bersekolah di sekolah swasta. Sebab, beberapa sekolah khawatir para orang tua enggan menyekolahkan anaknya di sekolah yang melarang pengenaan jilbab sejak kecil.

"Kami telah memberikan izin untuk memakai jilbab sejak kelas dasar. Namun, kami mengondisikan mereka hanya bisa memakai jilbab putih atau hitam," kata Kepala Toc H Public School di Vyttila NM George.

Meski begitu, ada juga sekolah yang masih berkukuh melarang penggunaan jilbab sejak usia dini. Sebagian sekolah tersebut mengungkapkan kebijakan pengenaan jilbab sejak kelas dasar tidak memungkinkan dengan metode yang digunakan beberapa sekolah. Sehingga, masih ada sekolah yang memperbolehkan siswinya berjilbab saat kelas lima.

"Ada beberapa orang tua yang protes tapi kami katakan sampai Kelas III kita mengikuti metode Montessori di mana kita mendorong siswa untuk mengenakan pakaian kasual dan tidak adil untuk meminta mereka mengenakan jilbab," kata Kepala sekolah MES International School di Pattambi Asha Byju.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement