Senin 29 Apr 2013 13:42 WIB

Geliat Islam di Madrid (Bagian-2)

Kota Madrid
Foto: blogspot.com
Kota Madrid

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh : Afriza Hanifa

Meski minoritas, umat Muslim di Madrid nyaman beribadah.

Pada 1085, Madrid jatuh ke tangan Kristiani. Benteng Madrid ditaklukkan oleh Alfonso VI dari Kastilia. Dia juga mengubah masjid di sana menjadi gereja.

Pada 1329, Madrid benar-benar berubah menjadi kota Kristiani. Di sana bangsa Yahudi dan Muslimin yang tinggal pada akhir abad ke-15.

Kendati budaya Islam lenyap tak berbekas, bukan berarti saat ini tak ada Muslimin yang tinggal di kota seluas 607 kilometer persegi tersebut. Pada 1990, banyak imigran Muslimin yang menetap di Madrid.

Sebagian besar mereka berasal dari Maroko. Bahkan, saat ini imigran Maroko mencapai 4,66 persen dari total imigran Madrid.

Selain dari Maroko, Muslimin juga datang dari Bangladesh, Aljazair, Pakistan, Mali, dan Nigeria. Hingga kini, jumlah mereka terus bertambah. Banyak pula warga asli Madrid yang kemudian memeluk Islam.

 

Tak ada sumber pasti yang dapat menghitung jumlah Muslimin di kota yang berada di tengah-tengah Spanyol itu. Pasalnya, tak ada sensus resmi yang dapat menghitung jumlah populasi Muslimin.

Alhasil, jumlah Muslimin hanya dapat diketahui dari imigran asal negara yang jumlahnya sekitar 17 persen dari total populasi Madrid yang mencapai 3,28 juta jiwa.

Untuk menghitung jumlah mualaf pun tak terjangkau. Muslimin warga asli Madrid amat sulit diidentifikasi. Tak hanya Madrid, jumlah mualaf Spanyol memang sangat sulit diketahui.

"Mualaf Spanyol mustahil untuk dihitung," kata Rita Gomes Faria dalam artikelnya Islam in Madrid dikutip dari halaman web euro-Islam.

Rita memperkirakan, jumlah mualaf mencapai 10 persen dari total Muslimin Madrid. Mereka pun menyebar ke seluruh wilayah kota.

Terdapat tiga distrik bagian kota yang menjadi tempat tinggal bagi Muslimin, yakni Centro, Puente de Vallecas, dan Villaverde. Setelah tiga wilayah tersebut, diikuti wilayah Carabanchel, Latina, dan Tetuan

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement