Selasa 18 Sep 2012 09:12 WIB

Kesalahpahaman Tentang Gagasan dan Formulasi Sufi (4)

Ilustrasi
Foto: waterdrop313.com
Ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Problem khusus kedua adalah, kendati para ilmuwan benar-benar menanti pembuktian materi tersebut, atau mencoba menyelidikinya, kaum okultis yang mudah tertipu akan mengerumuni kaum Sufi yang mengatakan hal-hal tersebut sebagai diambil (berasal) dari Sufisme.

Mereka akan meminta dengan segera atau mendesak, mulai dari hak, pengetahuan yang berhubungan dengan magis, pengendalian-diri, kesadaran yang lebih tinggi, rahasia-rahasia tersembunyi dan sebagainya.

Bagi kaum Sufi, orang-orang yang percaya dan kadang tidak seimbang ini, dapat lebih merupakan suatu masalah daripada orang-orang skeptis.

Para penganut ini menciptakan persoalan yang lebih jauh, karena suka akan pengetahuan magis yang mudah, mereka mungkin dengan segera akan beralih kepada organisasi-organisasi tersebut (dengan maksud baik dan selainnya) yang tampaknya dapat memuaskan kehausan mereka akan hal-hal yang tidak dipahami atau tidak wajar; atau mencoba 'jalan pintas'.

Tidak dapat disangkal kalau kita menggunakan ungkapan ini—tetapi selalu dengan kualifikasi-kualifikasi: 'Seorang ahli, bagaimanapun, menemukan atau merencanakan jalan pintas menuju pencapaian pengetahuan Tuhan. Ada banyak jalan menuju Tuhan, sebanyak jiwa manusia'. Beberapa perkumpulan seperti itu terdapat di Inggris dan Amerika.

Jika anda menulis untuk literatur mengenai salah satu dari perkumpulan tersebut, anda akan mendapat suatu publikasi yang menyatakan bahwa kaum Sufi lebih suka diet vegetarian dan para murid tersebut pastilah 'bebas dari kasta, warna (kulit) dan keyakinan', sebelum mengembangkan 'kekuatan-kekuatan gaib'.

Gerakan lain, menggunakan nama Sufi, mengidolakan para pendiri mereka, memberi anggota semacam upacara inter-religi. Lebih dari satu praktik-praktik resital musik, dimaksudkan untuk mengharuskan para pencari menggerak-gerakkan anggota badan menuju suatu kegembiraan yang bermanfaat—pengganti fakta bahwa ajaran Sufi yang dicatat secara luas, kalau musik dapat membahayakan dan bahwa itulah yang diajarkan, bukan guru, yang merupakan pokok dari Sufisme.

sumber : Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah/Media Isnet
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement