Sabtu 20 Oct 2012 19:59 WIB

Kesulitan-Kesulitan dalam Pemahaman Sufisme (3)

Whirling Darwishes (ilustrasi).
Foto: trekearth.com
Whirling Darwishes (ilustrasi).

REPUBLIKA.CO.ID, Selama periode-periode dari sebagian besar kekerasan monarki, pada milenium yang lalu, kaum Sufi di Timur telah menjadi raja atau di belakang mereka sebagai penasihat.

Pada waktu yang sama, di bawah kondisi yang lain, kaum Sufi telah bekerja menentang banyak lembaga-lembaga martabat raja atau mengurangi penyalahgunaannya.

Nama-nama dari tidak sedikit laki-laki dan perempuan berikut ini telah berhasil. Mogul Dara Shikoh dari India telah mencari suatu bentuk pertemuan antara Hindu, agamanya, dan Muslim, serta lain-lain.

Para pembela (patriot) Sufi telah berperang melawan para tiran dari luar (asing) untuk kutipan-kutipan pernyataan yang ada—kadang di atas suatu skala besar, sebagaimana dengan Sufi yang terilhami para pendukung Janissari Turki, sisa-sisa pemimpin Syamil dari Kaukasus, Sanusi dari Libya, atau para darwis dari Sudan.

Hampir semua literatur Persia dalam periode klasik adalah Sufistik, dan juga merupakan karya-karya ilmu pengetahuan, psikologi dan sejarah yang berlimpah.

Kutipan-kutipan hanya dibuat merupakan suatu peristiwa dari catatan sejarah dan dapat dikembangkan secara besar-besaran dalam tingkat dan jumlah.

Di mana pun penelitian-penelitian dengan cara sebagian-sebagian itu dilakukan oleh para sarjana di atas, yang sering saya gambarkan dalam wacana ini memiliki nilai tak terhitung, dalam fakta yang terpelihara, peninggalan itu untuk suatu semangat belajar yang baru, mengumpulkan dan menyatukan kegiatan-kegiatan Sufi yang luas dan bernilai dalam masyarakat. Dengan cara ini kita mungkin mencatat keberhasilan dan memperkecil kehilangan.

Seperti para murid—dan ini merupakan problem yang lainnya—disamping kurang mudah mendapat indoktrinasi dari para pendahulu mereka, harus mengingat akan muatan Sufistik itu sendiri ketika mereka mengatakan, ‘Sufisme harus dipelajari dengan satu sikap tertentu, di bawah kondisi tertentu, dalam satu cara tertentu.'

sumber : Jalan Sufi: Reportase Dunia Ma'rifat oleh Idries Shah/Media Isnet
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement