Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Friday, 12 Rabiul Akhir 1442 / 27 November 2020

Muktamar Muhammadiyah

Harapan Persis untuk Muhammadiyah

Senin 03 Aug 2015 22:47 WIB

Rep: Ahmad Fikri Noor/ Red: Agung Sasongko

logo persis

logo persis

Foto: google

REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Persatuan Islam (Persis) Irfan Safruddin berharap Muhammadiyah dapat terus konsisten melakukan gerakan-gerakan tajdid atau pembaharuan. Menurutnya, Muhammadiyah memiliki peran penting dalam perkembangan umat Islam dan bangsa Indonesia ke depan.

"Saya harap Muhammadiyah bisa membawa umat menjadi lebih cerdas, modern, dan maju seperti halnya tema besar muktamar kali ini yaitu gerakan pencerahan menuju Indonesia berkemajuan," kata Irfan kepada ROL usai pembukaan Muktamar Muhammadiyah ke-47 di Makassar, Sulsel, Senin (3/8).

Irfan mengatakan, Muhammadiyah memiliki aset, sumber daya manusia, dan amal usaha yang besar. Hal itu, katanya, merupakan modal penting untuk memajukan umat. "Saya kira hal itu tidak mustahil," ujarnya.

Meski begitu, dengan ratusan juta Muslim yang ada di Indonesia tidak mungkin Muhammadiyah berperan sendirian. Karena itu, kontribusi dan sinergi baik dengan ormas lain harus terus terjaga. Irfan mengatakan, Persis menganggap Muhammadiyah sebagai saudara yang memiliki semangat perjuangan sama. "Mari kita bersama memajukan umat Islam untuk bersatu," ujarnya.

Irfan mencatat, saat ini masih terdapat tugas-tugas yang perlu dilakukan untuk memperbaiki umat. Salah satu hal kecil namun menjadi krusial, kata Irfan adalah persoalan penyatuan kalender hijriyah. Irfan menyebut, Persis dan Nahdlatul Ulama sempat berdiskusi untuk mewujudkan kesepakatan dengan mengandalkan teknologi dan penelitian bersama lembaga-lembaga penelitian di bidang astronomi.

Selain itu, pekerjaan rumah yang tak kalah penting adalah tetap berjuang mengentaskan kemiskinan. Kemudian, mengukuhkan peran umat Islam yang merupakan mayoritas untuk berada di pusaran yang menentukan arah gerak bangsa.

"Bangsa Indonesia dapat menjadi model bagi dunia dalam hal toleransi umat beragama. Kalau kita berhasil, maka ini akan menjadi prototipe ideal yang dibangun bersama-sama," kata dia.

 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA