Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Saturday, 21 Zulhijjah 1442 / 31 July 2021

Tangerang Sertifikasi 70 Guru Ngaji

Jumat 05 Jun 2015 10:03 WIB

Red: Agung Sasongko

Karyawan Masjid Attin menyimak penjelasan ustadz saat mengikuti pengajian mingguan di Masjid Attin, Jakarta, Kamis (9/4).

Karyawan Masjid Attin menyimak penjelasan ustadz saat mengikuti pengajian mingguan di Masjid Attin, Jakarta, Kamis (9/4).

Foto: Republika/Edwin Dwi Putranto

REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Pemerintah Kota Tangerang, Provinsi Banten, mensertifikasi sebanyak 70 guru ngaji dalam rangka peningkatan kualitas pengajaran.

Wakil Wali Kota Tangerang Sachrudin mengatakan, guru ngaji harus senantiasa memberikan pembinaan serta pengajaran terhadap ilmu-ilmu keagamaan dan terus meningkatkan kemampuan diri. "Sehingga kualitas pengajaran akan senantiasa terjaga dengan baik dan dapat mencetak kader-kader Sumber Daya Manusia (SDM) yang tak hanya cerdas namun berakhlak mulia," katanya, Jumat (5/6).

Menurutnya, guru ngaji sebagai salah satu elemen penting dalam pembangunan karakter dan mental SDM, khususnya para generasi penerus tentu harus semakin berkualitas seiring dengan perkembangan yang ada dan terus meningkatkan ilmu serta wawasan pengetahuan.

"Ilmu agama ataupun ilmu pengetahuan harus terus ditingkatkan, apalagi ilmu agama selalu menjadi panduan dalam hidup," katanya.

Oleh karena itu, Pemkot Tangerang sangat mendukung serta peduli dengan keberadaan para guru ngaji, antara lain dengan memberikan stimulan kepada guru ngaji serta sertifikasi untuk para guru ngaji ini.
Pemkot berharap kualitas dan profesionalisme para guru ngaji akan semakin meningkat dan selalu menjadi bagian dari langkah pembangunan SDM di Kota Tangerang.

"Kalau guru ngajinya semakin berkualitas, insya Allah anak didiknya bisa menjadi calon-calon pemimpin masa depan yang dapat menjadikan kota ini semakin maju dan sejahtera," kata Sachrudin.

Seluruh masyarakat, lanjut dia, mempunyai andil dalam pembangunan daerah, tak terkecuali para guru ngaji sebagai pendidik ilmu agama yang juga diharapkan dapat menjadi agen perubahan untuk turut mengajak masyarakat agar senantiasa peduli pada kotanya. Misalnya mengajak untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan seperti halnya yang diajarkan dalam agama bahwa kebersihan itu sebagian dari iman.

"Kami berharap sinergi dan kebersamaan akan terus terjalin dengan baik terutama dalam membangun SDM yang cerdas dan beriman sehingga upaya dalam mewujudkan kota yang semakin maju dan sejahtera dalam bingkai akhlakul karimah," paparnya.

Sertifikasi guru ngaji ini diikuti sebanyak 70 orang dan akan dilaksanakan dalam enam angkatan.

sumber : Antara
BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
 
 
 
 
 
 

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA