Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Tuesday, 20 Zulqaidah 1440 / 23 July 2019

Berdirinya Az-Zikra dan Lahirnya Indonesia Berzikir

Senin 17 Jun 2019 20:02 WIB

Rep: Muhyiddin/ Red: Agung Sasongko

Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor.

Masjid Az Zikra, Sentul, Bogor.

Foto: Republika/Amin Madani
Setiap bulan, Ustaz Arifin saat itu berkeliling ke lima titik tersebut untuk berziki

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Awalnya, kegiatan zikir yang dipimpin almarhum Ustaz Arifin Ilham di masjid tersebut hanya diikuti delapan orang, di antaranya, Ketua Ikatan Warga Mampang Indah 2, Khotib Kholil, dan Ketua Yayasan Masjid Al-Amru Bittaqwa, Aminullah Thayyib Nafis.

Pembangunan masjid itu sendiri dipelopori oleh Ustaz Arifin yang saat itu tinggal di Perumahan Mampang Indah 2, Pancoran Mas, Kota Depok. Awalnya, Ustaz Arifin hanya berdakwah atau berceramah biasa di masjid itu.

Baca Juga

Kemudian, baru masuk ke zikir, delapan orang awalnya, Sabtu Subuh. Itu awalnya di situ. Akhirnya, mulai kita undang, saya ingat jadi MC pertama pada Ahad pertama awal, ucapnya. Setelah kegiatan Majelis Az-Zikra di masjid tersebut berjalan, ke mudian muncullah majelis-majelis zikir lainnya di Pamulang, BSD Tangerang, Cikarang, dan Bogor.

Setiap bulan, Ustaz Arifin saat itu berkeliling ke lima titik tersebut untuk berzikir bersama masyarakat. "Alhamdulillah, kita apresiasi dan mengucapkan jazakumullah khairon buat Republika," katanya. Ustaz Syukur mengungkapkan rasa terima kasihnya karena Republika yang berjasa besar dalam proses berdirinya Majelis Az-Zikra.

Ustaz Syukur-lah yang saat itu mengantarkan langsung soft copy jadwal kegiatan zikir Majelis Az-Zikra untuk diterbitkan di Republika, sehingga banyak masyarakat yang ikut berzikir.

Setelah berjalan beberapa tahun kemudian, akhirnya Ustaz Arifin dan pengurus Majelis Az-Zikra berpikir untuk membuat kegiatan zikir yang lebih besar lagi di Masjid At-Tin, TMII, Jakarta Timur, pada 2000-an.

Zikir yang dipimpin Ustaz Arifin Ilham begitu ringkas dan mudah diikuti oleh setiap orang. Setiap berzikir, ia menerjemahkan bacaan zikirnya ke bahasa Indonesia agar masyarakat memahami artinya.

Zikir semacam ini bukan sekadar lisan, melainkan sampai ke hati. Karena, sifatnya yang suka mengoreksi diri itu membuat setiap jamaah tersentuh dan bahkan menangis. Setelah Majelis Az-Zikra berdiri, barulah kemudian Ustaz Arifin berkeliling ke berbagai daerah dengan menyebutnya sebagai Indonesia berzikir.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Persepektif Republika.co.id, Klik di Sini
  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

 

BERITA LAINNYA