Kamis 17 Jan 2019 09:09 WIB

Ciri-Ciri Sastra Pra-Islam

Sejatinya sastra Arab mulai berkembang sejak abad ke-6 M

Ilmuwan Muslim.
Foto: Metaexistence.org
Ilmuwan Muslim.

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA -- Ibnu Manzur, ahli bahasa dari abad ke-13 M, dalam kitab Lisan Al-Arab,mendefinisikan kata al-adab sebagai seruan terhadap orang lain untuk melakukan hal-hal yang baik dan melarang untuk hal-hal yang buruk.

Lalu, bagaimanakah dunia sastra berkembang dalam peradaban masyarakat Islam?

Baca: Alquran dan Hadis dalam Perkembangan Sastra Peradaban Islam

Sejatinya sastra Arab mulai berkembang sejak abad ke-6 M, yakni ketika masyarakat Arab masih berada dalam peradaban Jahiliyah. Namun, karya sastra tertulis yang tumbuh era itu jumlahnya masih tak terlalu banyak.

 

Paling tidak, ada dua karya sastra penting yang terkemuka yang ditulis sastrawan Arab pada era pra-Islam. Keduanya adalah Mu'allaqatdan Mufaddaliyat. Orang pertama yang mengenalkan dunia Barat dengan sastra Arab Jahili adalah William Jones (1746- 1794 M) dengan bukunya, Poaseos Asiaticae Commentarii Libri Sex, atau penjelasan Mu'allaqaat As-Sab'a yang diterbitkan tahun 1774 M.

Sastra Arab Jahili memiliki ciri-ciri yang umumnya menggambarkan suatu kebanggaan terhadap diri sendiri (suku), keturunan, dan cara hidup. Sastra Arab memasuki babak baru sejak agama Islam diturunkan di Jazirah Arab yang ajarannya disampaikan melalui Alquran.

Baca: Jejak Sastra dalam Peradaban Islam

Kitab suci umat Islam itu telah memberi pengaruh yang amat besar dan signifikan terhadap bahasa Arab. Bahkan, Alquran tak hanya memberi pengaruh terhadap sastra Arab, tapi juga terhadap kebudayaan secara keseluruhan.

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement