Kamis 02 Dec 2010 10:10 WIB

Jamaah Banjarmasin Mendapatkan Jatah Makanan Basi

REPUBLIKA.CO.ID,MADINAH-Perusahaan katering Al Fatani kembali membuat masalah dengan mengirimkan katering basi kepada jamaah haji Indonesia. Kali ini, jamaah yang dikirimkan makanan basi tersebut berasal dari kloter 07 embarkasi Banjarmasin.

Katering basi tersebut sebenarnya sudah diserahkan sebanyak 327 boks. Namun saat diserahkan kepada jamaah, ada beberapa katering yang dirasakan jamaah cukup aneh. Setelah dirasakan dan diperiksa oleh tim pengawas katering, diketahui ada makanan yang basi.

"Akhirnya semua boks makan kita tarik karena khawatir tidak diketahui mana yang basi atau tidak. Jadi semua jangan makan dulu," kata Ketua Sektor 3 Madinah, Kamalul Iman Bilah saat dikonfirmasi wartawan di Hotel Manazil Haram, Rabu (1/12/2010). Sekadar diketahui jamaah Banjarmasin 07 menginap di Hotel Manazil Haram sektor 3 Madinah.

Menurut Kamalul, penyebab katering Al Fatani basi adalah pada mesin pemanas nasi yang tidak berfungsi dengan baik. Panas di mesin tersebut tidak merata. Sehingga nasi boks yang berada di bawah mesin pemanas tidak hangat.

"Menurut pengakuan katering, mesin masih baru. Tapi kalau dipanasi maka sendok nasi boks yang ada di rak atas akan meleleh. Tapi, kalau panasnya diturunkan nasi boks yang ada di rak bawah tidak merata panasnya," kata Kamalul.

Atas kejadian tersebut, Fajar Rudy, dokter kloter Banjarmasin 07 langsung meminta kepada jamaah untuk tidak memakan katering yang basi. Namun, karena lapar, para jamaah akhirnya terpaksa memakan nasi yang terlihat masih segar. "Jamaah terpaksa mengambil nasi dan membuang lauk daging dan sayur yang memang sudah tidak baik," terang Fajar.

Seorang jamaah yang sempat memakan katering yang basi, Sugianur menyatakan, sayur dan daging katering memang sudah ada berlendir. "Kita rasakan juga sudah asam. Jadi kita ambil nasinya sedangkan lauknya dibuang," terang Sugianur.

Sebelumnya para jamaah memang sudah diberikan penyuluhan bahwa ketika merasakan ada katering yang asam, jangan disangka hal tersebut karena bumbu arab. Tetapi, katering asam karena basi. "Tim dokter juga sudah berikan penyuluhan kalau ada makanan yang asam jangan dimakan," terang Sugianur

Hingga pukul 14.30 WAS alhamdulillah tidak ada jamaah yang merasakan gangguan kesehatan akibat memakan katering yang kurang fresh. Akhirnya sampel katering tersebut dibawa ke Balai Pengobatan Haji Indonesia (BPHI) untuk diperiksa di laboratorium.

sumber : media centre haji
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement