Rabu 10 Nov 2021 05:25 WIB

Cerita Pengemis di Afghanistan Setia Menunggu Roti

Mereka mengantre berjam-jam di depan toko roti.

Rep: Mabruroh/ Red: Ani Nursalikah
Cerita Pengemis di Afghanistan Setia Menunggu Roti. Wanita dan anak-anak Afghanistan duduk di depan toko roti menunggu sumbangan roti di Kota Tua Kabul, Afghanistan, Kamis, 16 September 2021.
Foto: AP/Bernat Armangue
Cerita Pengemis di Afghanistan Setia Menunggu Roti. Wanita dan anak-anak Afghanistan duduk di depan toko roti menunggu sumbangan roti di Kota Tua Kabul, Afghanistan, Kamis, 16 September 2021.

REPUBLIKA.CO.ID, KABUL -- Pengemis roti di depan toko roti di Afghanistan semakin meningkat seiring dengan kemerosotan ekonomi dan meningkatnya pengangguran. Mereka dengan setia menunggu belas kasihan penjual roti atau pembeli yang mau membagi roti yang mereka beli.

Salah satunya Shekiba Sukur. Ia telah menunggu berjam-jam di luar sebuah toko roti di Kabul. Dia mengantre bersama puluhan wanita bercadar, menunggu seseorang yang cukup murah hati untuk membelikan rotinya.

Baca Juga

"Saya menunggu di sini selama tiga jam setiap hari untuk mendapatkan roti," kata Sukur, dilansir dari Anadolu Agency, Selasa (9/11).

Sukur mengaku harus menjadi tulang punggung keluarga setelah suaminya cacat. Setiap hari ia harus memberi makan 11 orang di rumahnya.

"Saya mengantre untuk 11 potong roti karena keluarga tidak punya apa-apa untuk dimakan di rumah," kata Sukur.

photo
Warga Afghanistan menjadikan roti sebagai menu berbuka puasa menjelang puasa Ramadhan, di tengah pandemi virus corona di Herat, Afghanistan, Rabu (14/4). - (EPA-EFE/JALIL REZAYEE)
 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini

Apakah internet dan teknologi digital membantu Kamu dalam menjalankan bisnis UMKM?

  • Ya, Sangat Membantu.
  • Ya, Cukup Membantu
  • Tidak
Advertisement
Yuk Ngaji Hari Ini
كَانَ النَّاسُ اُمَّةً وَّاحِدَةً ۗ فَبَعَثَ اللّٰهُ النَّبِيّٖنَ مُبَشِّرِيْنَ وَمُنْذِرِيْنَ ۖ وَاَنْزَلَ مَعَهُمُ الْكِتٰبَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ بَيْنَ النَّاسِ فِيْمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ ۗ وَمَا اخْتَلَفَ فِيْهِ اِلَّا الَّذِيْنَ اُوْتُوْهُ مِنْۢ بَعْدِ مَا جَاۤءَتْهُمُ الْبَيِّنٰتُ بَغْيًا ۢ بَيْنَهُمْ ۚ فَهَدَى اللّٰهُ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لِمَا اخْتَلَفُوْا فِيْهِ مِنَ الْحَقِّ بِاِذْنِهٖ ۗ وَاللّٰهُ يَهْدِيْ مَنْ يَّشَاۤءُ اِلٰى صِرَاطٍ مُّسْتَقِيْمٍ
Manusia itu (dahulunya) satu umat. Lalu Allah mengutus para nabi (untuk) menyampaikan kabar gembira dan peringatan. Dan diturunkan-Nya bersama mereka Kitab yang mengandung kebenaran, untuk memberi keputusan di antara manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan. Dan yang berselisih hanyalah orang-orang yang telah diberi (Kitab), setelah bukti-bukti yang nyata sampai kepada mereka, karena kedengkian di antara mereka sendiri. Maka dengan kehendak-Nya, Allah memberi petunjuk kepada mereka yang beriman tentang kebenaran yang mereka perselisihkan. Allah memberi petunjuk kepada siapa yang Dia kehendaki ke jalan yang lurus.

(QS. Al-Baqarah ayat 213)

Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
Advertisement
Advertisement