Selasa 25 Jul 2017 00:52 WIB

Potret Dakwah Carlos Khalil Guzman

Rep: Ratna Ajeng Tedjomukti/ Red: Agung Sasongko
Fotografi/ilustrasi
Foto: cherrybam.com
Fotografi/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fotografer asal Brooklyn, New York, Carlos Khalil Guzman memeluk Islam pada 2006. Keseriusannya belajar Islam berawal sejak dia duduk di bangku kuliah.

Setelah mengenal aktivis Muslim melalui jaringan yang berbeda di kampusnya, dia baru menemukan ajaran Nabi Muhammad SAW yang sesuai dengan prinsipnya. Rasulullah meletakkan contoh cara hidup toleran, beramal kebajikan, dan menebar kasih sayang. Dia menyadari bahwa Islam memperkuat keyakinannya tentang keadilan sosial.

Lalu, lima tahun setelah bertobat pada 2012, Guzman mulai bersemangat mengerja kan proyek sosial sebagai praktik dakwah dari keadilan sosial yang dia yakini tersebut. Pria yang berusia 28 tahun itu kini telah memiliki studio fotografi Carlos Khalil Guzman dan Kenneth. Dia bekerja sama dengan Kenneth, seorang mahasiswa dari Kalifornia.

Salah satu proyek dakwahnya adalah mengerjakan proyek ambisius. Dia berharap melalui proyek ini dapat menghilangkan stereotip negatif tentang Muslim Amerika dan menunjukkan keberagaman Muslim dunia.

Musim gugur 2015 lalu, dia memulai proyek tersebut. Guzman menggunakan waktu luangnya dan dana sendiri untuk bepergian ke berbagai negara bertemu dengan komunitas Muslim dan mewawancarai mereka.

Dia membuat serial berjudul Muslims of America. Dia mencoba menangkap potret umat Islam dari seluruh 50 negara bagian Amerika Serikat. Potret umat Islam mencakup Muslim dari berbagai aliran Islam, etnis, dan latar belakang yang berbeda.

Mulai dari Muslim Amerika asli sampai pengungsi Suriah. Alasan dari dibuatnya proyek ini adalah rasa frustrasinya terhadap media arus utama. Menurut dia, media arus utama kurang memperlihatkan keragaman dan representasi umat Islam.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement