Kamis 10 Sep 2026 06:00 WIB

Makkah Terus Kembangkan dan Lestarikan Situs Sejarah dan Budaya

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengembangan situs sejarah dan budaya.

Lelaki Saudi mengunjungi Ain Zubaida, situs arkeologi di kota suci Makkah yang selama ratusan tahun dijadikan  sumber air penting di wilayah gurun
Foto: Independent
Lelaki Saudi mengunjungi Ain Zubaida, situs arkeologi di kota suci Makkah yang selama ratusan tahun dijadikan sumber air penting di wilayah gurun

REPUBLIKA.CO.ID, MAKKAH -- Situs-situs sejarah dan budaya di Makkah menjadi saksi kekayaan sejarah kota tersebut. Di dalamnya terdapat berbagai tempat yang berkaitan dengan peristiwa dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW dan sejarah Islam, serta jalan, pasar, sumur, prasasti, dan berbagai landmark yang telah membentuk identitas kota Makkah selama berabad-abad.

Seiring meningkatnya perhatian terhadap situs-situs tersebut, kini telah diterapkan sistem terpadu untuk melestarikan, mempelajari, dan merehabilitasinya. Situs-situs itu juga disajikan dengan cara yang mudah diakses sehingga pengunjung dapat mengetahui kisah di baliknya sekaligus memahami nilai dan maknanya.

Baca Juga

Upaya ini merupakan bagian dari strategi pengembangan situs sejarah dan budaya di Makkah yang bertujuan membangun sistem terpadu, mencakup dokumentasi, perlindungan, rehabilitasi, pengembangan pengalaman pengunjung, penguatan kemitraan, serta peningkatan kesiapan dan keberlanjutan situs.

Dalam pelaksanaan strategi tersebut, telah dilakukan 65 studi pengembangan, 56 situs didokumentasikan, 32 situs direhabilitasi, dan 23 situs ditingkatkan. Saat ini, sebanyak 28 situs telah dibuka untuk dikunjungi.

Jumlah kunjungan ke situs sejarah dan budaya mencapai 5,9 juta orang hingga akhir kuartal II 2026, meningkat 47 persen dibandingkan 3,6 juta kunjungan pada periode yang sama tahun 2025. Tingkat kepuasan pengunjung juga mencapai 95,8 persen.

Sejak strategi tersebut diluncurkan, total kunjungan ke berbagai situs sejarah dan budaya telah melampaui 19 juta kunjungan. Angka ini tidak hanya menunjukkan peningkatan jumlah wisatawan, tetapi juga mencerminkan perluasan jaringan situs dan pengalaman yang ditawarkan, akses yang semakin mudah, serta semakin banyak situs yang beralih dari tahap penelitian dan pelestarian menuju tahap kunjungan dan interaksi publik.

Dengan demikian, situs-situs sejarah dan budaya Makkah tetap menjadi bagian tak terpisahkan dari kisah kota suci tersebut: warisan yang harus dilestarikan, peninggalan yang layak dijelajahi, serta pengalaman yang membantu pengunjung memahami Makkah dan sejarahnya secara lebih mendalam.

Sumber:

Riyadh Daily

Berita Lainnya

Rekomendasi