REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Salahuddin Al-Ayyubi, pendiri Dinasti Ayyubiyah tidak hanya dikenal sebagai sosok pejuang ahli militer, tetapi juga memiliki atensi terhadap nilai-nilai pendidikan yang luhur.
Di antara pengaruh pemikiran pendidikan Salahuddin yang dapat dapat dilihat dalam berbagai arahannya melalui surat-surat yang ia tulis sebagai pemimpin politik dan tokoh Islam adalah sebagai berikut, sebagaimana disampaikan Syekh Dr Ali Muhammad Ash-Shalabi, Sekretaris Jenderal Persatuan Ulama Muslim Sedunia, dikutip dari laman resminya, Kamis (10/9/2026):
1. Menjadikan ketaatan kepada pemimpin sebagai bagian dari agama
Dalam pembahasannya mengenai ketaatannya kepada khalifah Abbasiyah, Salahuddin mengatakan:
“Kami tidak menjadikan ketaatan kepada imam sebagai sesuatu selain bagian dari agama, dan kami memandangnya sebagai salah satu rukun Islam.”
Ia juga mengatakan:
“Ia telah mengetahui keutamaan yang Allah Ta'ala berikan kepada kami atas keduanya dalam menolong negara dan menyingkirkan orang-orang yang memperebutkan kekuasaannya.” (Lihat Midhmar al-Haqa'iq wa Sirr al-Khala'iq, Muhammad bin Umar al-Muzaffar bin Syahinsyah al-Ayyubi, Abu al-Ma'ali,hlm 62–65).
2. Membersihkan simbol-simbol bidah dari mimbar dakwah
Salahuddin juga memberikan perhatian terhadap pemurnian mimbar-mimbar dakwah dari ajaran yang dianggap menyimpang. Mengenai upaya membersihkan mimbar dari para penyeru Syiah, ia mengatakan: