Rabu 09 Sep 2026 07:50 WIB

Akademi Fikih Islam Internasional Soroti Kekerasan terhadap Perempuan

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan hukum dan sosial terkait perempuan.

Ilustrasi Muslimah.
Foto: Anadolu
Ilustrasi Muslimah.

REPUBLIKA.CO.ID,JEDDAH — Akademi Fikih Islam Internasional menyoroti pentingnya peran pemimpin agama dalam mencegah dan melawan kekerasan terhadap perempuan. Hal itu dibahas dalam sesi khusus yang digelar di Jeddah, Arab Saudi, dengan menghadirkan ulama, peneliti, dan sejumlah pakar dari berbagai negara.

Pertemuan tersebut membahas berbagai persoalan hukum dan sosial terkait perlindungan perempuan dari kekerasan, sekaligus menekankan perlunya pemahaman yang tepat mengenai ajaran Islam.

Baca Juga

Para peserta menegaskan pentingnya membedakan antara hukum Islam yang benar dengan praktik sosial maupun penafsiran keliru yang selama ini terkadang dikaitkan dengan agama.

Menurut mereka, diperlukan narasi keagamaan yang menjunjung tinggi martabat perempuan, melindungi keutuhan keluarga, serta turut memperkuat stabilitas sosial.

Pemimpin agama juga dinilai memiliki tanggung jawab besar dalam membentuk kesadaran masyarakat. Melalui dakwah, edukasi, dan bimbingan keagamaan, mereka diharapkan dapat mencegah berbagai praktik yang berpotensi memicu kekerasan terhadap perempuan.

Selain itu, para peserta menekankan pentingnya meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai kedudukan serta hak-hak perempuan dalam Islam.

Sesi tersebut berlangsung selama sehari dan diisi dengan serangkaian diskusi ilmiah yang menghadirkan para ulama, akademisi, peneliti, dan spesialis dari sejumlah negara.

Pembahasan ini menegaskan pentingnya pendekatan keagamaan yang tidak hanya berlandaskan hukum Islam, tetapi juga mampu memperkuat perlindungan terhadap perempuan, ketahanan keluarga, dan keharmonisan masyarakat.

Sumber:

Riyadh Daily

Berita Lainnya

Rekomendasi