Senin 24 Aug 2026 15:39 WIB

Gus Yasin Jamin Pemerintah tak akan Intervensi Muktamar NU

Gus Yasin berharap kepengurusan terpilih dapat saling melengkapi.

Rep: Kamran Dikarma,/ Red: A.Syalaby Ichsan
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menghadiri acara halakah bertema
Foto: Dok Pemprov Jateng
Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin menghadiri acara halakah bertema

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Wakil Gubernur Jawa Tengah (Jateng) sekaligus anggota A’wan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Taj Yasin Maimoen atau Gus Yasin, menjamin pemerintah tidak akan mengintervensi pelaksanaan Muktamar NU ke-35. 

Pernyataan Gus Yasin menanggapi adanya deklarasi PWNU Jateng yang menghendaki Muktamar ke-35 NU berlangsung jujur, bersih, dan tanpa intervensi aparat negara, termasuk yang mengatasnamakan Presiden. Kita di pemerintahan enggak akan intervensi,” kata Gus Yasin ketika diwawancara di Kota Semarang, Senin (24/8/2026).  

Baca Juga

Dia menyerahkan pemilihan pimpinan PBNU dalam muktamar mendatang kepada para muktamirin. “Saya rasa kita tidak boleh intervensi atas nama pemerintah,” ujar dia.

Gus Yasin mengungkapkan, terdapat beberapa tokoh asal Jateng yang masuk dalam bursa calon pemimpin PBNU. “Ada Gus Yusuf (Muhammad Yusuf Chudlori), ada Gus Rozin (Abdul Ghaffar Rozin), ada Gus Yahya sendiri ketua umum sekarang, itu kan dari Jawa Tengah semua. Lalu ada Gus Kikin (Abdul Hakim Mahfudz) dari Jawa Timur. Ya semuanya monggo,” ucapnya. 

Menurut dia, masing-masing calon tersebut tentu memiliki kelebihan dan kekurangan. “Enggak mungkin semua itu terbaik karena manusia pasti ada kekurangannya. Yang penting adalah kebersamaan Nahdlatul Ulama itu sendiri,” katanya. 

Gus Yasin berharap siapapun yang nanti terpilih sebagai pemimpin PBNU dapat membentuk kepengurusan yang saling melengkapi. “Bukan hanya kepentingan umat, bukan hanya kepentingan Nahdlatul Ulama, akan tetapi menjadi kepentingan bangsa negara Indonesia. Karena Nahdlatul Ulama bagian besar bangsa Indonesia, khususnya Jawa Tengah,”ujar dia. 

photo
Sejumlah santri menunggu kedatangan Presiden Perbowo Subianto saat penutupan Musyawarah Nasional Alim Ulama dan Konferensi Besar Nahdlatul Ulama (NU) di IAI Syachona Mohammad Cholil, Bangkalan, Jawa Timur, Selasa (23/6/2026). Munas dan Konbes tersebut diantaranya memutuskan penyelenggaraan Muktamar ke-35 NU pada 1-5 Agustus 2026 dengan lokasi yang masih menunggu keputusan resmi PBNU. - (ANTARA FOTO/Moch Asim)

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi