Senin 28 Sep 2026 20:56 WIB

Sekpri Meminta Gus Lilur Tak Lagi Menyeret Nama Kiai Said dalam Polemik Muktamar NU

Kiai Said tidak menginginkan namanya dicatut dalam polemik Muktamar NU.

Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj
Foto: Republika/Havid Al Vizki
Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Prof KH Said Aqil Siroj, melalui sekretaris pribadinya, M Sofwan Erce, angkat suara menyikapi pernyataan KH Khalilur R Abdullah Sahlawiy alias Gus Lilur terkait polemik pasca-Muktamar Nahdlatul Ulama.

Dalam pernyataannya, Gus Lilur sebelumnya menceritakan persoalan uang senilai Rp1 miliar yang kemudian dikaitkan dengan Prof KH Said Aqil Siroj setelah pelaksanaan Muktamar NU.

Baca Juga

Pernyataan tersebut menjadi bagian dari perdebatan yang berkembang di ruang publik mengenai dinamika dan berbagai persoalan yang muncul setelah muktamar.

Sofwan menegaskan bahwa Kiai Said meminta agar namanya tidak lagi dikait-kaitkan dengan cerita maupun pernyataan Gus Lilur mengenai persoalan tersebut.

“Kiai Said meminta agar Pak Lilur tidak mengait-kaitkan dengan Kiai Said,” kata Sofwan kepada media di Jakarta, Senin (28/9/2026).

Menurut Sofwan, pihak Kiai Said tidak menghendaki namanya dikaitkan dengan narasi, cerita, ataupun klaim yang disampaikan pihak lain.

Dia menilai klarifikasi tersebut penting agar masyarakat dan media dapat membedakan antara keterangan yang disampaikan secara langsung oleh KH Said Aqil Siroj dengan cerita atau klaim pihak lain yang membawa-bawa nama mantan Ketua Umum PBNU tersebut.

Pernyataan Gus Lilur muncul di tengah polemik yang berkembang setelah Muktamar Nahdlatul Ulama.

Sejumlah persoalan terkait proses, dinamika internal, serta berbagai pernyataan tokoh mengenai muktamar kemudian menjadi pembahasan di ruang publik.

Dalam konteks tersebut, muncul pula berbagai klaim mengenai pertemuan, komunikasi, dan persoalan keuangan yang dikaitkan dengan sejumlah tokoh NU.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi