Selasa 04 Aug 2026 17:35 WIB

Dua Kedudukan yang akan Dihadapi Seorang Hamba di Hadapan Allah SWT

Sholat lima waktu mempunyai keutamaan melimpah.

Ilustrasi sholat.
Foto: Republika/Prayogi
Ilustrasi sholat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Terdapat dua kedudukan agung yang akan dihadapi seorang hamba di hadapan Rabb-nya.

Kedua kedudukan tersebut yaitu yang pertama, saat ia hidup di dunia ini. Kedua, ketika ia berdiri di hadapan Allah SWT pada Hari Kiamat.

Baca Juga

Keberhasilan seseorang pada kedudukan pertama akan menentukan kebahagiaan dan keselamatannya pada kedudukan kedua.

Sebaliknya, rusaknya keadaan seorang hamba pada kedudukan pertama akan menyebabkan kerugian dan kesengsaraannya pada kedudukan kedua.

Kedudukan pertama yang kita jalani di hadapan Allah selama kehidupan dunia ini adalah sholat, ibadah yang telah Allah wajibkan atas hamba-hamba-Nya sebanyak lima kali dalam sehari semalam.

Barang siapa menjaga sholatnya, memberikan perhatian yang sungguh-sungguh kepadanya, melaksanakannya tepat waktu, berjamaah bersama kaum Muslimin, serta memelihara syarat, rukun, dan kewajibannya, maka urusannya akan dimudahkan ketika berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat. Ia akan memperoleh keberuntungan dan kesuksesan.

Sebaliknya, siapa yang meremehkan kedudukan ini—yakni meremehkan shalatnya—tidak memperhatikannya, tidak menjaganya secara konsisten, serta mengabaikan syarat, rukun, dan kewajibannya, maka akan sulit baginya menghadapi kedudukan kedua, yaitu ketika berdiri di hadapan Allah pada Hari Kiamat.

Sholat merupakan bagian dari sunnah petunjuk yang diajarkan Rasulullah SAW. Sholat adalah penghubung antara seorang hamba dengan Rabb-nya, sekaligus tanda dan bukti kejujuran penghambaan seorang manusia kepada Allah Ta’ala.

 

Berita Lainnya

Rekomendasi