REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Aksi penyerbuan pemukim Israel ke kompleks Masjid Al-Aqsa semakin meningkat, memasuki hari ketiga perayaan hari raya Yahudi, Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun,
Dalam aksi tersebut, mereka melakukan berbagai ritual Talmudik yang dinilai sebagai upaya menegaskan klaim kedaulatan atas Masjid Al-Aqsa, dengan memperkuatnya melalui jumlah peserta yang semakin besar dan pengulangan aksi penyerbuan.
Sejak Ahad pagi, pekan lalu, dikutip dari Aljazeera, Ahad (4/9/2026), para pemukim Israel melakukan berbagai ritual di Masjid Al-Aqsa, mulai dari doa, nyanyian, hingga tarian.
Mereka juga melakukan ritual yang disebut “sujud epik” (berakhot) serta membawa persembahan berupa tumbuh-tumbuhan.
Pemerintah Provinsi Yerusalem menegaskan bahwa berbagai pemandangan tersebut mencerminkan peningkatan yang terus berlangsung dalam upaya memaksakan ritual Talmudik di Masjid Al-Aqsa.
Langkah itu juga dinilai sebagai bagian dari upaya mengubah status historis dan hukum yang selama ini berlaku di kompleks tersebut, sekaligus menjadikannya pusat kehidupan dan perayaan keagamaan mereka.
Musim hari-hari raya dalam bulan Tisyri, kalender Ibrani, yang mencakup Rosh Hashanah atau Tahun Baru Yahudi, Yom Kippur atau Hari Penebusan, Sukkot atau Hari Raya Pondok Daun, hingga Simchat Torah atau “Perayaan Taurat”.
Ritual berlangsung sejak 11 September hingga 3 Oktober 2026, menjadi salah satu momentum penting dalam perebutan identitas Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua Yerusalem.