REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA--Puncak haji 1447 H/2026 M telah usai. Jamaah haji telah menyelesaikan rangkaian ibadah puncak di Arafah, Muzdalifah, dan Mina.
Dalam haji ada yang dikenal dengan sebutan haji mabrur. Apa sebenarnya haji mabrur? Dan apa tanda-tandanya orang meraih predikat haji mabrur?
Ahli tafsir Alquran, Prof Quraish Shihab dalam bukunya "1001 menjelaskan istilah haji mabrur sejatinya tidak ada dalam Alquran. Namun beberapa hadits menyebutkan istilah tersebut. Dan yang populer adalah "Tidak ada ganjaran bagi haji mabrur, kecuali surga."
Hadits lengkap tersebut terdapat dalam Sunan at-Tirmidzi, "Ikutkanlah antara haji dan umrah, karena keduanya menghapuskan dosa, sebagaimana las menghapus kotoran besi, emas dan perak. Tidak ada bagi haji yang mabrur ganjaran kecuali surga. Tidak seorang Mukmin pun sepanjang hari berada dalam keadaan berihram kecuali dosa-dosanya terbenam bersama matahari." (HR at-Tirmidzi melalui Ibnu Mas'ud).
Menurut Prof Quraish, dari segi bahasa, kata Mabrur terambil dari akar kata Barra yang mempunyai makna antara lain, "surga, benar, diterima, pemberian, keluasan dalam kebajikan". Adapun para ulama berbeda pendapat mengenai pengertiannya.
Rekomendasi
-
Rabu , 09 Sep 2026, 23:43 WIB
Mengenal Muraqabah, Rem Batin yang Nyaris Dilupakan Umat Islam di Era Modern
-
-
Rabu , 09 Sep 2026, 23:00 WIBPerhatikan Riwayat-Riwayat yang Tidak Sahih tentang Penyakit Nabi Ayyub AS yang Menjijikkan
-
Rabu , 09 Sep 2026, 22:25 WIBUmat Kristiani di Jambi Gelar Doa Bersama Memohon Turun Hujan
-
Rabu , 09 Sep 2026, 21:54 WIBYang Terjadi Abad ke-18 dan 19 Masehi: Kemunduran Dunia Islam dan Runtuhnya Kekuasaan Ottoman
-
Rabu , 09 Sep 2026, 21:48 WIBPerputaran Ekonomi MTQ Nasional 2026 di Jateng Diperkirakan Rp 1,2 Triliun
-