Senin 28 Sep 2026 17:31 WIB

KH Fahmi Salim: Ibadah Haji Harus Melahirkan Kesadaran untuk Mewujudkan Perdamaian Dunia

Ibadah haji memiliki dimensi yang lebih luas daripada pelaksanaan ritual.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Muhammad Hafil
pendiri Al Fahmu Institute, KH Fahmi Salim, dalam peluncuran dan bedah bukunya yang berjudul Haji: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).
Foto: Dok Istimewa
pendiri Al Fahmu Institute, KH Fahmi Salim, dalam peluncuran dan bedah bukunya yang berjudul Haji: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta, Senin (28/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Ibadah haji tidak sekadar menjadi perjalanan spiritual untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT, tetapi juga mengandung pesan tentang kesetaraan, keadilan sosial, dan perdamaian dunia. Melalui rangkaian manasiknya, haji mengajarkan umat Islam untuk meninggalkan diskriminasi, mengendalikan hawa nafsu, serta membangun kehidupan yang berlandaskan nilai-nilai kemanusiaan.

Pesan tersebut disampaikan pendiri Al Fahmu Institute, KH Fahmi Salim, dalam peluncuran dan bedah bukunya yang berjudul Haji: Dari Pemurnian Misi Kenabian ke Revolusi Kebangkitan di Auditorium Perpustakaan Nasional (Perpusnas) RI, Jakarta, Senin (28/9/2026)

Baca Juga

Menurut Kiai Fahmi, ibadah haji memiliki dimensi yang lebih luas daripada pelaksanaan ritual keagamaan. Rangkaian manasik haji merupakan sarana untuk memurnikan tauhid sekaligus membangkitkan kesadaran umat Islam agar mampu menghadirkan perubahan dalam kehidupan sosial.

Dia menjelaskan, pelaksanaan ibadah haji membutuhkan energi, tenaga, dan kesiapan mental yang besar. Kondisi tersebut terkadang membuat jamaah terlalu berfokus pada penyelesaian rangkaian manasik sehingga pesan-pesan mendalam di balik setiap ritual kurang mendapat perhatian.

"Ibadah haji ini kan ibadah yang menguras energi, menguras tenaga, mental. Sehingga fokus jamaah kadang-kadang tersedot kepada agenda manasiknya. Nah, penyampaian pesan-pesan terdalam dari ibadah haji ini agak kurang masuk," kata Kiai Fahmi kepada Republika di Perpusnas RI, Jakarta, Senin (28/9/2026)

Melalui bukunya, Kiai Fahmi berupaya mengajak umat Islam memahami kembali tujuan di balik setiap rangkaian ibadah haji. Mulai dari tawaf, wukuf, hingga meneladani perjuangan Nabi Ibrahim Alahissalam, seluruhnya mengandung pelajaran tentang pemurnian tauhid dan penguatan misi kenabian.

 

 

Berita Lainnya

Rekomendasi