Jumat 10 Apr 2026 19:00 WIB

Media Jerman Beberkan Kekalahan AS dan Bagaimana Mereka Permalukan Diri Sendiri di Perang Iran

AS telah disebut mengalami kekalahan dalam perang Iran.

Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026).
Foto: Majid Asgaripour/WANA via Reuters
Warga berkumpul di Teheran,ketika tersiar kabar tentang gencatan senjata dua minggu dalam perang AS-Israel melawan Iran, Rabu (8/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN— Sebuah artikel di majalah Der Spiegel Jerman mencoba menjawab pertanyaan mengenai pihak yang diuntungkan dan dirugikan dari perang Iran.

Media ini menyatakan hanya ada satu pihak yang diuntungkan sementara pihak yang dirugikan sangat banyak, dengan Presiden AS Donald Trump di barisan terdepan.

Baca Juga

Artikel tersebut—yang ditulis oleh komentator terkemuka Juliana von Mettlschitt—dikutip Aljazeera, Jumat (10/4/2026) menjelaskan perang selalu berakhir dengan pertanyaan mendasar mengenai siapa pemenang dan siapa yang kalah, dan hal ini sangat berlaku pada konfrontasi terbaru dengan Iran.

Meskipun Trump berusaha menggambarkan dirinya sebagai pemenang, analisis yang disajikan dalam artikel ini justru menunjukkan hal sebaliknya penulis berpendapat bahwa hanya ada satu pemenang dalam pertarungan ini, dan itu bukanlah Trump.

Penulis memulai pandangannya dengan menegaskan bahwa dunia telah terhindar dari bencana yang pasti terjadi, karena Amerika Serikat tidak berhasil menghancurkan peradaban Iran atau mengembalikan negara itu ke zaman batu, suatu hal yang patut disyukuri.

Trump mengguncang stabilitas kawasan

Metschtit mengkritik keras perilaku Trump selama beberapa pekan terakhir, dengan menyebutnya telah mendorong kawasan tersebut ke tepi jurang, mengguncang stabilitasnya, dan menyeretnya ke dalam pusaran kekacauan, yang menimbulkan guncangan hebat bagi perekonomian global.

Namun demikian, Trump kini berusaha mengabaikan fakta-fakta tersebut dan tampil sebagai pemenang, mengabaikan skala kehancuran yang ditinggalkan oleh kebijakannya.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement