Selasa 29 Sep 2026 17:45 WIB

10 Kunci Mempertahankan Rumah Tangga di Tengah Merebaknya Pancaroba

Rasulullah SAW adalah teladan keluarga sepanjang masa.

Menikah.   (ilustrasi)
Foto: Republika/Agung Supriyanto
Menikah. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Mempertahankan keutuhan rumah tangga dalam masa sekarang adalah perkara yang tak mudah, meski sebenarnya Islam sangat kaya dengan tuntunan luhur berkeluarga.

Apa saja kunci awet rumah tangga? Berikut ini sepuluh kunci agar keluarga yang kita bina tetap langgeng, sebagaimana diteladankan Rasulullah SAW.

Baca Juga

Pertama, cinta

Cinta merupakan salah satu fondasi terpenting dalam membangun sebuah keluarga. Allah SWT menyebutnya dengan istilah mawaddah (kasih sayang dan cinta), sebagaimana firman-Nya:

وَمِنْ آيَاتِهِ أَنْ خَلَقَ لَكُمْ مِنْ أَنْفُسِكُمْ أَزْوَاجًا لِتَسْكُنُوا إِلَيْهَا وَجَعَلَ بَيْنَكُمْ مَوَدَّةً وَرَحْمَةً إِنَّ فِي ذَلِكَ لَآيَاتٍ لِقَوْمٍ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kebesaran-Nya ialah Dia menciptakan pasangan-pasangan untukmu dari jenismu sendiri agar kamu merasa tenteram kepadanya. Dia menjadikan di antara kamu rasa cinta dan kasih sayang. Sungguh, pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi kaum yang berpikir.”

(QS Ar-Rum: 21)

Rasulullah SAW pun menunjukkan bahwa cinta dan kasih sayang bukanlah sesuatu yang harus disembunyikan, apalagi dianggap sebagai kelemahan. Beliau bersabda:

إِنَّمَا حُبِّبَ إِلَيَّ مِنْ دُنْيَاكُمُ النِّسَاءُ، وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

“Dijadikan kecintaan kepadaku dari dunia kalian adalah wanita dan wewangian, dan dijadikan penyejuk mataku di dalam shalat.” (HR An-Nasa’i)

Di antara bentuk cinta Rasulullah SAW kepada istri-istrinya adalah memanggil mereka dengan panggilan yang mereka sukai serta menunjukkan kemesraan dalam kehidupan sehari-hari.

Aisyah RA menceritakan bahwa suatu hari Rasulullah SAW memanggilnya dengan panggilan yang penuh kasih:

يَا عَائِشُ، هَذَا جِبْرِيلُ يُقْرِئُكِ السَّلَامَ

“Wahai Aisyah, ini Jibril menyampaikan salam kepadamu.” Aisyah menjawab, “Waalaikumussalam warahmatullahi wabarakatuh.” (HR Bukhari)

 

Berita Lainnya

Rekomendasi