REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT — Sikap-sikap Eropa menunjukkan eskalasi yang mencolok dalam ketajaman kritiknya terhadap operasi militer Israel di Lebanon.
Ini sejalan dengan meningkatnya tekanan terhadap Amerika Serikat untuk menghentikan pelanggaran-pelanggaran tersebut, di tengah kekhawatiran yang semakin besar akan runtuhnya gencatan senjata antara Washington dan Teheran serta tergelincirnya kawasan tersebut ke arah konfrontasi yang lebih luas.
Israel melancarkan serangan udara yang keras di wilayah Lebanon yang digambarkan sebagai terparah sejak invasi Lebanon pada 1982
Serangan ini dilakukan meskipun gencatan senjata antara Washington dan Teheran diumumkan melalui mediasi Pakistan pada Selasa lalu, dengan penegasan bahwa Lebanon termasuk dalam ketentuan gencatan senjata tersebut, baik Amerika Serikat maupun Israel membantahnya.
Serangan-serangan ini, pada hari pertama gencatan senjata, menewaskan 254 dan sebanyak orang 1.165 terluka menurut data Badan Pertahanan Sipil Lebanon, dalam eskalasi yang kembali memunculkan pertanyaan serius mengenai nasib gencatan senjata dan kemungkinan keberlanjutannya.
Berikut adalah posisi-posisi negara-negara Eropa terkemuka yang muncul setelah serangan Israel terhadap Lebanon dilansir Aljazeera, Jumat (10/4/2026):
Spanyol
Spanyol dengan tegas mengecam serangan Israel terhadap Lebanon dan perang lebih luas terhadap Iran.
Sikap yang mencerminkan eskalasi jelas dalam kritik Madrid terhadap operasi militer AS dan Israel di Timur Tengah, meskipun ada ancaman AS untuk menghukum sekutunya yang tidak kooperatif di dalam Aliansi Atlantik Utara (NATO).
Lihat postingan ini di Instagram




