Senin 23 Mar 2026 15:31 WIB

Kisah Nabi Tertidur 100 Tahun

Sebagian Bani Israil berbuat syirik dengan menyatakan Uzair sebagai 'anak Allah.'

ILUSTRASI Dahulu, Nabi Uzair tinggal di tengah Bani Israil
Foto: wiki
ILUSTRASI Dahulu, Nabi Uzair tinggal di tengah Bani Israil

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pelbagai ahli tafsir mengaitkan Alquran surah al-Baqarah ayat ke-259 dengan sosok Uzair. Ia merupakan seorang nabi pada masa Bani Israil.

اَوْ كَالَّذِيْ مَرَّ عَلٰى قَرْيَةٍ وَّهِيَ خَاوِيَةٌ عَلٰى عُرُوْشِهَاۚ قَالَ اَنّٰى يُحْيٖ هٰذِهِ اللّٰهُ بَعْدَ مَوْتِهَاۚ فَاَمَاتَهُ اللّٰهُ مِائَةَ عَامٍ ثُمَّ بَعَثَهٗۗ قَالَ كَمْ لَبِثْتَۗ قَالَ لَبِثْتُ يَوْمًا اَوْ بَعْضَ يَوْمٍۗ قَالَ بَلْ لَّبِثْتَ مِائَةَ عَامٍ فَانْظُرْ اِلٰى طَعَامِكَ وَشَرَابِكَ لَمْ يَتَسَنَّهْۚ وَانْظُرْ اِلٰى حِمَارِكَۗ وَلِنَجْعَلَكَ اٰيَةً لِّلنَّاسِ وَانْظُرْ اِلَى الْعِظَامِ كَيْفَ نُنْشِزُهَا ثُمَّ نَكْسُوْهَا لَحْمًاۗ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهٗۙ قَالَ اَعْلَمُ اَنَّ اللّٰهَ عَلٰى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ

Baca Juga

Artinya: "Atau, seperti orang yang melewati suatu negeri yang (bangunan-bangunannya) telah roboh menutupi (reruntuhan) atap-atapnya. Dia berkata, 'Bagaimana Allah menghidupkan kembali (negeri) ini setelah kehancurannya?'

Lalu, Allah mematikannya selama 100 tahun, kemudian membangkitkannya (kembali). Dia (Allah) bertanya, 'Berapa lama engkau tinggal (di sini)?'

Dia menjawab, 'Aku tinggal (di sini) sehari atau setengah hari.'

Allah berfirman, 'Sebenarnya engkau telah tinggal selama 100 tahun. Lihatlah makanan dan minumanmu yang belum berubah, (tetapi) lihatlah keledaimu (yang telah menjadi tulang-belulang) dan Kami akan menjadikanmu sebagai tanda (kekuasaan Kami) bagi manusia. Lihatlah tulang-belulang (keledai itu), bagaimana Kami menyusunnya kembali, kemudian Kami membalutnya dengan daging (sehingga hidup kembali).' Maka, ketika telah nyata baginya, dia pun berkata, 'Aku mengetahui bahwa Allah Mahakuasa atas segala sesuatu.'"

Kisah sang nabi

Pada suatu ketika, Uzair sedang melintasi sebuah negeri yang porak poranda. Ulama-ulama penafsir surah al-Baqarah tersebut berpendapat, negeri yang sedang dilintasi Uzair itu adalah Baitul Muqaddas, Palestina. Kawasan tersebut telah dihancur-leburkan oleh penguasa yang bernama Bukhtunnashir.

Uzair melintasi bangunan-bangunan yang telah roboh di sisa-sisa permukiman tersebut. Ia berhenti sambil merenungkan mengapa kondisi itu bisa terjadi, padahal sebelumnya kawasan ini ramai.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement