REPUBLIKA.CO.ID, DOHA—Menjelang Idul Adha dan musim liburan musim panas, keluarga-keluarga di dunia Arab menghadapi musim wisata yang berbeda tahun ini.
Biaya perjalanan dan penginapan berubah menjadi beban tambahan bagi anggaran rumah tangga di tengah ketegangan kawasan, naiknya harga bahan bakar, mahalnya biaya asuransi, serta terganggunya lalu lintas penerbangan global.
Dari Qatar hingga Maroko, melewati Kuwait, Suriah, Lebanon, Yordania, dan Aljazair, keluhan yang muncul hampir sama yaitu harga tiket melonjak, penerbangan langsung berkurang, dan biaya akomodasi di destinasi wisata semakin mahal.
Di sisi lain, perusahaan perjalanan dan hotel berusaha beradaptasi menghadapi musim yang disebut luar biasa akibat perang di kawasan dan gejolak ekonomi global.
Ketegangan regional mengubah pola perjalanan warga Qatar pada Iduladha tahun ini. Banyak keluarga memilih tetap berada di dalam negeri atau bepergian lewat jalur darat ke negara-negara Teluk terdekat dibanding mengambil penerbangan jarak jauh.
Warga Qatar, Jassim Al-Amadi, mengatakan kepada Aljazeera, dikutip Senin (25/5/2026), bahwa banyak keluarga meninjau ulang rencana perjalanan mereka karena khawatir muncul perkembangan mendadak yang bisa mengganggu penerbangan.
Menurutnya, pengalaman penutupan bandara dan pembatalan penerbangan saat perang melawan Iran pada akhir Februari lalu masih membekas di benak masyarakat.
Ia menambahkan, rencana liburan musim panas sebenarnya masih ada, tetapi sangat bergantung pada stabilitas situasi kawasan dalam beberapa pekan ke depan.
Sementara itu, warga Qatar lainnya, Jaber Al-Shawi, mengatakan banyak keluarga kini lebih memilih menikmati libur Iduladha di dalam negeri karena tersedia berbagai pilihan wisata dan hiburan, atau bepergian lewat jalur darat ke negara-negara Teluk karena dianggap lebih aman.