REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) menilai lonjakan harga tiket penerbangan umrah akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah telah memberi tekanan serius terhadap ekosistem umrah, sehingga perlu direspons dengan kebijakan berkeadilan.
“Harga tiket yang melonjak drastis bukan hanya mengganggu stabilitas bisnis penyelenggara umrah, tetapi juga memukul kemampuan masyarakat untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci,” ujar Akademisi dan Analis Kebijakan Publik sekaligus Ketua Litbang DPP Amphuri Ulul Albab di Jakarta, Jumat (8/5/2026).
Amphuri memahami maskapai menghadapi kenaikan biaya operasional akibat perubahan rute penerbangan, peningkatan premi asuransi, risiko keamanan kawasan, serta keterbatasan slot dan seat penerbangan.
Namun, di sisi lain, seluruh kenaikan itu tidak bisa serta-merta dibebankan sepenuhnya kepada konsumen, dalam hal ini travel umrah dan jamaah.
Ia mengatakan, apabila seluruh risiko industri penerbangan langsung dipindahkan kepada masyarakat, kondisi itu bukan lagi penyesuaian bisnis yang sehat, melainkan menciptakan ketimpangan beban dalam rantai ekosistem umrah.
Lihat postingan ini di Instagram