Jumat 08 May 2026 15:14 WIB

Harga Tiket Umrah Melonjak, Amphuri Dorong Pemerintah Turun Tangan

Lonjakan harga tiket umrah membebani jamaah dan mengancam keberlangsungan bisnis.

Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025).
Foto: ANTARA FOTO/Andika Wahyu
Jamaah calon haji dari berbagai negara melakukan Tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Jumat (30/5/2025).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umrah RI (Amphuri) menilai lonjakan harga tiket penerbangan umrah akibat eskalasi geopolitik di Timur Tengah telah memberi tekanan serius terhadap ekosistem umrah, sehingga perlu direspons dengan kebijakan berkeadilan.

“Harga tiket yang melonjak drastis bukan hanya mengganggu stabilitas bisnis penyelenggara umrah, tetapi juga memukul kemampuan masyarakat untuk menjalankan ibadah ke Tanah Suci,” ujar Akademisi dan Analis Kebijakan Publik sekaligus Ketua Litbang DPP Amphuri Ulul Albab di Jakarta, Jumat (8/5/2026).

Baca Juga

Amphuri memahami maskapai menghadapi kenaikan biaya operasional akibat perubahan rute penerbangan, peningkatan premi asuransi, risiko keamanan kawasan, serta keterbatasan slot dan seat penerbangan.

Namun, di sisi lain, seluruh kenaikan itu tidak bisa serta-merta dibebankan sepenuhnya kepada konsumen, dalam hal ini travel umrah dan jamaah.

Ia mengatakan, apabila seluruh risiko industri penerbangan langsung dipindahkan kepada masyarakat, kondisi itu bukan lagi penyesuaian bisnis yang sehat, melainkan menciptakan ketimpangan beban dalam rantai ekosistem umrah.

 
 
 
Lihat postingan ini di Instagram
 
 
 

Sebuah kiriman dibagikan oleh Republika Online (@republikaonline)

 

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement