REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA— Ramadhan hari ke-20 merupakan titik balik dalam perjalanan besar Islam di bulan ini Nabi ﷺ mengakhiri masa penyembahan berhala di Makkah dan di bulan ini lahir dan wafat para pemimpin besar yang menggambar batas-batas umat Islam dari Sindh hingga perbatasan Maroko dan Andalusia.
Ini adalah hari kemenangan, kerendahan hati, dan pemberdayaan, serta hari runtuhnya berhala-berhala; baik berhala batu di sekitar Ka'bah, maupun kerajaan-kerajaan yang tirani.
Berikut ini sejumlah peristiwa besar yang terjada pada tanggal 20 Ramadhan beberapa abad silam:
Pertama, kemenangan yang jelas
Nabi ﷺ memasuki Makkah pada tanggal 20 Ramadhan 8 H / 630 M sebagai pemenang dengan pasukan yang terdiri dari 10 ribu pejuang, setelah suku Quraish melanggar perjanjian perdamaian Al-Hudaybiyah. Pasukan tersebut dibagi sebagai berikut:
- Khalid bin Al-Walid memimpin sayap kanan dan masuk dari selatan Mekah.
- Zubair bin Al-Awam memimpin sayap kiri dan masuk dari utara.
- Abu Ubaidah bin Al-Jarah memimpin para migran dari barat laut.
- Sa'd bin Ubada memimpin para Ansar dari sisi barat.




