REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi di Timur Tengah masih meningkat seiring serangan drone dan rudal Iran ke Tel Aviv. Kantor berita semi militer Iran, Tasnim, melaporkan pada Rabu (10/3/2026), munculnya spekulasi terbunuhnya Benjamin Netanyahu akibat serangan pembalasan tanpa henti Iran.
Kantor berita yang berafiliasi dengan IRGC (Garda Revolusi Iran) ini mengumumkan adanya sejumlah indikasi jika pemimpin Partai Likud tersebut telah tewas atau terluka.
Tasnim menyoroti hilangnya video pesan harian yang biasanya rutin diunggah. Video terakhir Netanyahu tercatat pada 7 Maret 2026, di mana ia menyampaikan pidato mengenai progres "Operasi Roaring Lion" melawan Iran.
Laporan mengenai peningkatan perimeter keamanan di kediaman Netanyahu pada 8 Maret untuk menangkal ancaman drone bunuh diri yang terkonfirmasi oleh sumber Ibrani.
Indikator selanjutnya, Utusan Amerika Serikat (AS) Jared Kushner dan Steve Witkoff membatalkan rencana kunjungan mereka ke Israel yang dijadwalkan pada Kamis, 10 Maret 2026.
Meski demikian, laporan dari Jerusalem Post menyebutkan pembatalan lebih berkaitan dengan perselisihan diplomatik terkait serangan Israel ke fasilitas minyak Iran, bukan kondisi kesehatan Netanyahu.
Presiden Prancis Emmanuel Macron tercatat melakukan panggilan telepon dengan Netanyahu pada Senin, 9 Maret 2026. Meskipun hanya teks percakapan yang dirilis, ini adalah protokol komunikasi standar diplomatik selama konflik aktif.




