Selasa 10 Mar 2026 16:14 WIB

Laporan Media Iran Rilis Sejumlah Indikasi Netanyahu Terbunuh atau Terluka Parah

Ada peningkatan perimeter keamanan di kediaman Netanyahu demi menangkal ancaman drone

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
Foto: EPA/ABIR SULTAN
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Eskalasi di Timur Tengah masih meningkat seiring serangan drone dan rudal Iran ke Tel Aviv. Kantor berita semi militer Iran, Tasnim, melaporkan pada Rabu (10/3/2026), munculnya spekulasi terbunuhnya Benjamin Netanyahu akibat serangan pembalasan tanpa henti Iran.

Kantor berita yang berafiliasi dengan IRGC (Garda Revolusi Iran) ini mengumumkan adanya sejumlah indikasi jika pemimpin Partai Likud tersebut telah tewas atau terluka.

Baca Juga

Tasnim menyoroti hilangnya video pesan harian yang biasanya rutin diunggah. Video terakhir Netanyahu tercatat pada 7 Maret 2026, di mana ia menyampaikan pidato mengenai progres "Operasi Roaring Lion" melawan Iran.

Laporan mengenai peningkatan perimeter keamanan di kediaman Netanyahu pada 8 Maret untuk menangkal ancaman drone bunuh diri yang terkonfirmasi oleh sumber Ibrani.

photo
Api berkobar di Tel Aviv sebagai dampak serangan Iran pada Sabtu (28/2/2026). - (Reuters)

Indikator selanjutnya, Utusan Amerika Serikat (AS) Jared Kushner dan Steve Witkoff membatalkan rencana kunjungan mereka ke Israel yang dijadwalkan pada Kamis, 10 Maret 2026.

Meski demikian, laporan dari Jerusalem Post menyebutkan pembatalan lebih berkaitan dengan perselisihan diplomatik terkait serangan Israel ke fasilitas minyak Iran, bukan kondisi kesehatan Netanyahu.

Presiden Prancis Emmanuel Macron tercatat melakukan panggilan telepon dengan Netanyahu pada Senin, 9 Maret 2026. Meskipun hanya teks percakapan yang dirilis, ini adalah protokol komunikasi standar diplomatik selama konflik aktif.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement