Ahad 01 Mar 2026 06:41 WIB

Respons Presiden Iran soal Serangan AS-Israel yang Bunuh Ratusan Siswi Sekolah

150 orang siswi sekolah di Iran terbunuh akibat serangan AS-Israel.

Kondisi setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu.
Foto: Quds News Network/X
Kondisi setelah serangan Israel menghantam sebuah sekolah dasar putri di Minab, provinsi Hormozgan selatan. Iran, Sabtu (28/2/2026). Puluhan siswi meninggal akibat serangan itu.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Presiden Masoud Pezeshkian, Sabtu (28/2/2025) malam, mengecam serangan Amerika Serikat–Israel terhadap sebuah sekolah dasar di Iran selatan. Di mana, serangan itu membuat 150-an orang siswi meninggal dunia.

“Tindakan brutal ini menandai satu lagi halaman hitam dalam catatan panjang kejahatan para agresor terhadap negeri ini, yang tidak akan pernah terhapus dari ingatan bangsa kita,” ujar Pezeshkian dikutip dari kantor berita Iran, IRNA.

Baca Juga

Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga para korban, mendoakan agar arwah para korban beristirahat dengan tenang. Dia juga serta berharap para korban yang terluka segera pulih.

Sementara, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi juga menyinggung soal kejahatan yang dilakukan oleh rezim Amerika dan Israel. Ini termasuk serangan mematikan terhadap sebuah sekolah perempuan yang mengakibatkan ratusan anak tak berdosa meninggal dunia.

Selain menyebut agresi AS-Israel sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap prinsip-prinsip dasar Piagam PBB dan hukum internasional, ia juga menegaskan hak melekat Iran untuk mempertahankan kedaulatan dan keutuhan wilayahnya dengan segala kemampuannya.

photo
Perbandingan Militer Iran-Israel - (Republika)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement