Kamis 26 Feb 2026 18:04 WIB

Terungkap, Rencana Pembunuhan yang Menargetkan Ayatollah Khamenei dan Puteranya

Gedung Putih dilaporkan berencana melenyapkan Ayatollah dan puteranya.

Ayatollah Ali Khamenei
Foto: EPA-EFE/SUPREME LEADER OFFICE HA
Ayatollah Ali Khamenei

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Pemerintah Amerika Serikat (AS) dikabarkan tengah mempertimbangkan langkah-langkah ekstrem terhadap Teheran, termasuk skenario untuk menargetkan Pemimpin Tertinggi Iran, Sayyed Ali Khamenei, dan putranya, Mojtaba. Laporan ini dirilis oleh media Axios dengan mengutip keterangan dari penasihat Presiden AS Donald Trump yang tidak disebutkan namanya.

Menurut penasihat tersebut, pihak Gedung Putih memiliki berbagai rencana untuk setiap kemungkinan situasi. "Mereka memiliki rencana untuk setiap skenario. Salah satu skenario adalah melenyapkan Ayatollah dan putranya," ujar sumber tersebut.

Baca Juga

Sumber kedua mengatakan kepada Axios bahwa rencana yang menargetkan Sayyed Khamenei dan putranya telah dipresentasikan kepada Trump beberapa pekan lalu.

Al Mayadeen menulis, jika terkonfirmasi, laporan tersebut menandakan eskalasi drastis dalam posisi agresif Washington terhadap Iran. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai normalisasi tindakan pembunuhan tokoh politik sebagai instrumen kebijakan luar negeri.

Sebelumnya pada Juni lalu, Reuters melaporkan, Presiden Donald Trump sempat menghalangi rencana Israel untuk menargetkan Ayatollah Ali Khamenei selama konfrontasi antara Teheran dan Tel Aviv. Namun, perkembangan terbaru menunjukkan pergeseran sikap di internal pemerintahan AS.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Respons Khamenei

Menanggapi peningkatan retorika permusuhan dari Washington, Pemimpin Tertinggi Iran Sayyed Ali Khamenei menegaskan, Amerika Serikat (AS) tidak akan berhasil meruntuhkan Republik Islam. Pernyataan ini disampaikan Khamenei di hadapan ribuan warga Provinsi Azerbaijan Timur dalam peringatan pemberontakan Tabriz 1978 pada Selasa (24/2/2026).

Khamenei menyoroti sikap Donald Trump yang kerap memamerkan kekuatan militer AS di kawasan Teluk. "Mereka mengatakan militer mereka adalah yang terkuat di dunia. Namun, militer terkuat di dunia pun terkadang bisa menerima pukulan yang begitu keras hingga tidak mampu bangkit kembali," tegasnya.

Pernyataan ini muncul di tengah ketegangan yang terus memuncak, di mana Iran menyatakan kesiapan penuh untuk membela kedaulatan negaranya dari segala bentuk ancaman militer maupun upaya destabilisasi dari luar.

photo
Ayatollah Ali Khamenei. - (EPA-EFE/SUPREME LEADER)

 

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement