Senin 16 Feb 2026 14:12 WIB

Tradisi Ruwahan di Belitung Hidupkan Semangat Menyambut Ramadhan

Ratusan jamaah gelar doa dan makan bedulang sebagai simbol kebersamaan.

Ilustrasi. Tradisi Ruwahan di Belitung Hidupkan Semangat Menyambut Ramadhan
Foto: Republika/Wihdan Hidayat
Ilustrasi. Tradisi Ruwahan di Belitung Hidupkan Semangat Menyambut Ramadhan

REPUBLIKA.CO.ID, TANJUNG PANDAN -- Masyarakat Kabupaten Belitung, Kepulauan Bangka Belitung (Babel), melestarikan tradisi ruwahan guna menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi.

"Tradisi ruwahan diikuti ratusan masyarakat atau jamaah di masjid untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah," kata Tokoh Adat Belitung Mukti Maharip, Senin.

Baca Juga

Ia mengatakan tradisi ruwahan sekaligus menjadi sarana memperkuat tali silaturahmi. Tradisi ini diisi dengan doa bersama dan makan bersama secara bedulang sebagai simbol kebersamaan.

"Makanan yang ada di dalam dulang dimakan bersama oleh beberapa orang, sehingga saling merasakan hidangan yang disajikan," kata dia.

Ia mengakui kegiatan ruwahan baru dua tahun terakhir diselenggarakan dan direncanakan tahun depan kembali digelar dengan harapan berlangsung lebih meriah.

"Kami berkeyakinan kegiatan ruwahan, insya Allah, mendatangkan keberkahan," kata Mukti Maharip.

Selain ruwahan, menyambut Ramadhan sebagian umat Muslim di Belitung juga menggelar tradisi ziarah ke tempat pemakaman.

"Semoga kita diberikan kekuatan dan kesehatan dalam menjalankan rangkaian ibadah di bulan suci Ramadhan 1447 Hijriyah," katanya.

Salah satu peziarah, Seno, mengatakan ziarah makam dilakukan untuk mendoakan orang tua yang telah meninggal dunia.

"Ziarah ke makam orang tua kami lakukan setiap tahun menjelang Ramadhan dan rutin juga setiap hari Jumat," katanya.

sumber : Antara
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement