Senin 16 Feb 2026 12:04 WIB

Ramadhan 2026 di Makkah-Madinah Diprediksi Lebih Hangat dan Minim Hujan

Curah hujan diproyeksikan di bawah rata-rata musiman selama bulan suci.

Rep: Fuji Eka Permana/ Red: Ani Nursalikah
Sejumlah umat Islam berusaha menyentuh pintu kabah seusai tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (19/5/2024). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyatakan jamaah calon haji gelombang pertama sebanyak 8 kloter mulai diberangkatkan dari Madinah ke Makkah pada 20 Mei 2024.
Foto: ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan
Sejumlah umat Islam berusaha menyentuh pintu kabah seusai tawaf di Masjidil Haram, Makkah, Arab Saudi, Senin (19/5/2024). Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi menyatakan jamaah calon haji gelombang pertama sebanyak 8 kloter mulai diberangkatkan dari Madinah ke Makkah pada 20 Mei 2024.

REPUBLIKA.CO.ID, RIYADH -- Pusat Meteorologi Nasional (NCM) Arab Saudi mengeluarkan prakiraan iklim awal untuk Ramadhan 1447 Hijriyah/2026 Masehi. Lembaga tersebut memperkirakan curah hujan di bawah rata-rata dan suhu sedikit lebih hangat di Makkah dan Madinah selama bulan suci.

Menurut NCM, total curah hujan yang diharapkan di kedua kota tersebut diproyeksikan lebih rendah dari rata-rata musiman.

Baca Juga

Curah hujan bulanan normal berada di kisaran 4,2 milimeter (mm) di Makkah dan 4,3 mm di Madinah. Curah hujan selama Ramadhan kemungkinan termasuk dalam kategori ringan, dikutip dari laman Saudi Gazette, Senin (16/2/2026).

Sementara itu, suhu diperkirakan cenderung berada di atas tingkat normal. Prakiraan menunjukkan kenaikan suhu maksimum sekitar 1 derajat Celsius di atas rata-rata di Makkah dan hingga 1,2 derajat Celsius di atas rata-rata di Madinah.

Secara historis, suhu rata-rata selama Ramadhan berada di kisaran 26,8 derajat Celsius di Makkah dan 23,1 derajat Celsius di Madinah.

 
 
 
View this post on Instagram
 
 
 

A post shared by Republika Online (@republikaonline)

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement

Rekomendasi

Advertisement